Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu Gelar Aksi Demo


SUARA DESA | Sergai -

Ratusan massa buruh tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu Serdang Bedagai (ASPBB-SB) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Serdang Bedagai, Senin (19/11/2019).

Dalam aksi ini juga menyebabkan kemacetan panjang di Jalinsum Medan - Tebing Tinggi, Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai. Karena para pendemo tak kunjung diterima oleh Bupati dan Wabup Sergai sehingga berlangsungkan aksi di Jalinsum.

Dalam tuntutannya, para ratusan buruh meminta kenaikan UMSK Serdang Bedagai tahun 2020 sebesar 20 persen serta menolak kenaikan iuran BPJS.

Di samping itu, para buruh juga meminta agar Pemerintah Sergai menindak pengusaha yang menerapkan upah di bawah ketentuan, membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bagi buruh di Sergai, memenjarakan pelaku Union Busting, dan menghapuskan sistem buruh kontrak.

Para buruh juga meminta agar Pemkab Sergai menyerahkan pelaksanaan May Day kepada buruh namun tetap difasilitasi oleh Pemkab Sergai, melakukan pembinaan terhadap buruh di Sergai serta menambah anggaran ketenagakerjaan di Sergai.

Koordinator aksi, ASPBB-SB, Agan Surya Tanjung dalam orasinya menegaskan persoalan upah minimum di Sergai jauh lebih rendah di banding Kabupaten lain di Sumut seperti, Batu Bara, Deli Serdang, dan Medan sehingga terjadi kesenjangan bagi seluruh buruh di Sergai.

Belum lagi masalah lainnya yang muncul seperti persoalan buruh yang belum ditanggapi Pemerintah Sergai, masalah berserikat, penerapan sistem buruh kontrak, dan PHK sepihak sewenang-wenang mengancam hak kaum buruh. Tentu membuat kehidupan buruh semakin menderita, teriaknya.

Olehkarena itu, kaum buruh melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati Sergai, agar Pemerintah Kabupaten lebih serius dan fokus untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh para buruh",paparnya lagi.

Agan Surya Tanjung berharap melalui aksi ini, aspirasi buruh di Sergai ini dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Sergai, dan dapat diteruskan kepada Pemerintah pusat terutama dalam hal penolakan kenaikan iuran BPJS.

Namun sayang aksi penyampaian aspirasi itu tidak sampai kepada Bupati dan Wabup Sergai karena sedang tugas ke luar provinsi. Bahkan para buruh pun tidak diterima masuk untuk melakukan mediasi, sehingga para buruh meninggalkan lokasi dan melanjutkan aksinya ke kantor  DPRD Sergai. (Ariadi)

Editor : Diko

No comments

Powered by Blogger.