Kisruh Pemilihan Kepala Desa Suka Maju Dinilai Kesalahan Panitia Kabupaten


SUARA DESA | Batubara -

Kisruh Pilkades serentak 2019 di desa Suka Maju menuai kontroversi, pasalnya kisruh disebabkan kelalaian panitia penyelenggara Pilkades desa yang tidak mensesuaikan waktu dan situasi serta kondisi yang berkembang.

Menurut warga desa Suka Maju, Kesalahan panitia penyelenggara menurut teknis pelaksanaan masa pencoblosan hanya menggunakan satu titik lokasi, Sedangkan Desa Suka Maju DPT nya berjumlah 5.252 jiwa, Punya 14 dusun dan sebelumnya miliki 30 TPS.
"Logika saja, Sedangkan 30 TPS saja masih memungkinkan situasi kisruh bisa terjadi, Bagaimana bisa panitia berpikir Pilkades desa Suka Maju dijadikan satu titik atau satu TPS saja, Sementara masa pencoblosan bagi pemilih hanya sampai batas Jam 2.00 wib siang". Beber warga desa Suka Maju kesal.

Belum lagi persoalan meja panitia di kuasai oleh Tim Sukses " TS" salah satu calon yang ikut bertanding. Sehingga pengkondisian suara yang di utamakan dari golongan/kelompok mereka saja, Surat undangan pemilih juga di sembunyikan oleh orang-orang yang terindikasi punya "Dalang" dengan tujuan kekuasaan.

Sementara diketahui dana Ops panitia penyelenggara Pilkades serentak Kab Batubara 2019 kurang lebih 3 Milyar, dan tidak menutup kemungkinan dapat melakukan pemilihan atau pencoblosan menggunakan 30 TPS.

Ketua panitia penyelenggara Pilkades dipimpin Dinas PMD yang di kordinir oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa sebagai orang yang bertanggung jawab dalam hal ini, sebelum nya di konfirmasi wartawan terkait faktor penyebab kisruh dan biaya Ops. Panitia penyelenggara Pilkades menjawab " Itu Saya Tidak Tahu". Ujar Wini Anggraini.

Kisruh Pilkades desa Suka Maju ditenggarai minim nya wawasan dan inisiatif, pengawasan petugas panitia penyelenggara tentang metode cara / teknis pencoblosan pada saat pemilih yang yang datang di biarkn berkerumun / berkumpul bersama di halaman kantor balai desa Suka Maju, Sehingga keramaian warga pemilih yang datang untuk mencoblos bersatu bersama pemilih calon yang lain nya menjadi gesekan "riak" kecil yang menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat pemilih.

Faktor lain yang menyebabkan kekisruhan terjadi juga disebabkan minim nya pengetahuan dan wawasan panitia penyelenggara dalam menangani metode teknis kerja yang di atur atas dasar kemaslahatan demi kelancaran penyelenggaran Pilkades serentak Kab.Batubara tidak memilik " Inisiatif" dan dinilai kaku terhadap peraturan dan perundang - undangan yang berlaku. (Aswat)
Editor : Sapta

No comments

Powered by Blogger.