Ratusan Bangkai Babi Hanyut Ke Laut, "Masyarakat Sergai Stop Makan Ikan

SUARA DESA | Sergai -

Dampak  Banyaknya Bangkai Babi yang di temukan di sepanjang sungai Bedagai  yang mengalir ke laut Membuat Masyarakat Serdang Bedagai enggan Memakan Ikan Laut Sehingga  Para pedagang Ikan Di TPI Bedagai  maupun  Pedagang ikan Keliling  Terkena imbas dari  di temukannya  puluhan bangkai Babi yang di duga Ter infeksi Hog Kolera 

Hali ini di Amini Beberapa Warga yang saat ini enggan Mengkonsumsi ikan laut, saat ini kami takut bang (wartawan red) makan ikan laut sebab banyak bangkai babi yang dibuang ke sungai  yang mengalir kelaut.

Pasti kan bangkai babi itu kalau sampai laut ya pasti  di makan sama ikan ikan  yang hidup  di laut   jadi kami takutlah makan ikan apa lagi katanya bangkai babi itu mati karena terinfeksi virus penyakit   ungkapkan Darwati (54) warga dusun III Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei rampah I, Selasa (12/11) sore di jalan Mesjid Jami' .

Sementara' pantauan wartawan . pencemaran air sungai Bedagai akibat banyaknya bangkai babi yang mengapung dan hanyut di sepanjang sungai Bedagai, membuat para pedagang dan nelayan tradisionil dalam sepekan ini berkurang omset penjualannya.

masyarakat Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang semula suka mengkonsumsi ikan, baik itu dari laut maupun ikan air tawar (muara) yang terdapat di sungai Bedagai dan laut di kecamatan tanjung beringin kurang diminati warga.pasalnya warga takut mengonsumsi yang di duga sudah virus akibat bangkai babi yang berserakan di sepanjang sungai Bedagai dan laut Tanjung beringin dan sekitarnya.

Syaiful Hidayat (45) salah satu pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) mengatakan, sejak adanya bangkai babi yang hanyut mengapung di sungai Bedagai omset penjualan kami drastis menurun.

Karena minat masyarakat untuk makan ikan sudah berkurang, lantaran masyarakat merasa jijik dan alergi juga takut terkena virus Babi  karena adanya bangkai babi yang banyak mengapung disungai. Mungkin itu salah satu penyebab kurangnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan, keluhnya.

M Yusuf Pulungan (52) salah satu nelayan tradisionil asal Bedagai , yang kesehariannya penjaring ikan dan udang di sekitar sungai dan tepian laut mengatakan, memang sejak adanya bangkai babi yang mengapung di sungai Bedagai omset penjualan kita berkurang. karena ikan dan udang ini kurang diminati lagi oleh masyarakat, akibat rumor daging ikan dan udang diduga sudah terindikasi Virus kata kebanyakan warga sekitar.

Jadi saya mewakili rekan-rekan nelayan tradisionil tanjung beringin, berharap kepada pihak pemerintah kabupaten Sergai agar serius menangani kasus banyaknya bangkai babi yang mengapung di sungai Bedagai. Bila perlu beri sangsi yang sepantasnya kepada pihak peternak babi yang kedapatan melanggar aturan dan jangan semena-mena membuang ternak mereka yang mati di sungai. Harap M Yusuf.

Ditempat terpisah, kiki (42) salah satu pedagang ikan keliling asal kecamatan sei Rampah, mengatakan , omset penjualan ikan yang kami jual ke pelosok-pelosok kampung. Karena masyarakat sudah tidak minat lagi mau beli ikan karena mendengar banyaknya bangkai babi yang mengapung di sungai, jadi masyarakat menganggap ikan yang dijual oleh pedagang ikan keliling seperti saya ini sudah kena terindikasi virus.jelasnya. (Bambang)

Editor : Sapta

No comments

Powered by Blogger.