Rumah Zakat Bagun Sumber Air di 100 Titik di Indonesia


SUARA DESA | Boyolali -

Melalui gerakan Gelombang Wakaf, Rumah Zakat menggulirkan Program Wakaf Sumber Air sebagai respon yang terjadi atas becana kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah. Menjelang akhir tahun 2019, Rumah Zakat telah membangun sumber air di 24 titik dari target 100 titik di seluruh Indonesia.

“Program Wakaf Sumber Air ini diimplementasikan sesuai kebutuhan warga di desanya masing-masing. Secara umum, masalah yang sering terjadi adalah susahnya akses air bersih dan infrastruktur yang kurang memadai,” kata Soleh Hidayat, Chief Wakaf Rumah Zakat.

Salah satu lokasi penerima manfaat Program Wakaf Sumber Air adalah Desa Bengle, Kec. Wonosamodro, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Rumah Zakat meresmikan pembangunan sumur bor, tandon air, sekaligus membangun fasilitas MCK di area Masjid Syifaul Qullub pada Minggu (10/11).

Desa Bengle adalah salah satu desa yang sulit mendapatkan akses sumber mata air, warga harus berjalan lebih dari 1 Km untuk mendapatkan air bersih. Debit air yang sedikit membuat warga harus mengantri dari sejak subuh, karena di waktu siang air tersebut mulai surut.

“Semoga wakaf sumber air ini memiliki kebermanfaatan yang luas seperti wakafnya Utsman bin Affan yang manfaatnya masih dirasakan sampai saat ini. Insya Allah Rumah Zakat akan terus berupaya untuk memberikan solusi bagi masyarakat dengan membangun sumber air  bagi yang membutuhkannya, dari Aceh hingga Papua,” ungkap Soleh. (RZ)

No comments

Powered by Blogger.