Perjuangan Nina Gusmita Beralih dari Voli Duduk ke Kursi Roda

SUARA | Medan -

Nina Gusmita adalah seorang atlet cabang olahraga Kursi Roda dari Medan yang akan bertanding di ajang ASEAN Para Games 2020. Gadis berusia 21 tahun ini awalnya fokus di cabang Voli duduk.

Menurutnya, tentu ada perbedaan yang signifikan antara olahraga kursi roda dan voli duduk. "Perlu ada adaptasi kursi dan adaptasi pegangan tangan juga," kata nina usai latihan di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, Jumat (20/12/2019).

Dalam olahraga kursi roda Nina terhitung pendatang baru. Ini adalah kejuaraan Para Games pertamanya sebagai pembalap kursi roda. 

Ketika ditanya apakah akan kembali pindah ke voli duduk, ia menjawab dengan yakin bahwa dirinya akan tetap di olahraga kursi roda.

"Enggak akan pindah, perjuangan di sini udah sampai setengah jalan. Dari nol ketika aku gak bisa apa-apa sampai sekarang prosesnya udah mulai meningkat udah setengah jalan, jadi kalau aku enggak terusin ya sayang setengahnya itu," ujar Nina.

Atlet muda berusia 21 tahun ini juga berkisah, menurutnya untuk pindah ke cabang olahraga kursi roda perlu perjuangan tersendiri. 

Ia merasa perjuangan di kursi roda begitu berat karena ketika voli memang pada dasarnya Nina menyukainya sejak dulu.

"Perjuangannya lebih berat di sini kalau voli kan emang sudah seneng dari dulu jadinya bisa tetap main walau ketika suasana hati jelek. Kalau di kursi roda, jika suasana hati tidak stabil maka latihan pun tidak akan full stamina," kata Nina.

Dalam penyesuaiannya, Nina sempat merasakan sedikit kendala. Ketika beraksi, ia harus banyak membungkukkan tubuh ke bawah seraya mengayuh roda menggunakan dua tangan.

"Waktu kecelakaan kan rusuk pernah patah. Awalnya terasa sakit ketika menunduk, tapi lama kelamaan semakin terbiasa," katanya.

Adaptasi lainnya dilakukan Nina dengan lebih memfokuskan pada penguatan tangan. Sebelumnya ia sudah memiliki dasar ketika masih di voli duduk.

Di pertandingan nanti, Nina akan turun sebagai sprinter di nomor 100, 200, dan 400 meter. Tidak ada target yang dibebankan, namun Nina hanya menargetkan waktu kecepatannya saja.

"Enggak nargetin sih, paling waktunya aja. Kemarin hasil tes 18,28 detik untuk nomor 100 meter," pungkasnya.


No comments

Powered by Blogger.