Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang Labura Dihentikan

SUARA | Labura -

Pencarian korban banjir bandang di Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut) dihentikan. Tim SAR Gabungan menghentikan pencarian korban hilang enam hari pascabanjir bandang melanda Labura pada Minggu, 29 Desember 2019.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labura, Irwan mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Tim SAR Gabungan, dan dinyatakan masa tanggap darurat pertama sudah habis pada Sabtu, 4 Januari 2020.

"Kita telah melakukan penyisiran di lokasi tempat korban hanyut, tidak ditemukan tanda-tanda," kata Irwan, Senin (6/1/2020).

Dia mengungkapkan, penyisiran terakhir dilakukan di sekitar lokasi banjir bandang hingga ke Sungai Bilah. Dari hasil pantauan dan penyisiran, serta survei terakhir dari penetapan masa tanggap darurat, kecil kemungkinan korban yang hanyut dapat ditemukan di Sungai Bilah.

"Namun, apabila ada laporan dari masyarakat yang melihat korban, Tim SAR Gabungan akan kembali lagi melakukan penyisiran untuk mengevakuasi. Kami menunggu informasi dari masyarakat," ungkapnya.

Banjir bandang Labura menerjang sekurangnya dua desa di Kecamatan Na IX-X, Desa Pematang dan Desa Hatapang. Di Desa Pematang, Dusun Siria-ria A dan Siria-ria B, sembilan rumah rata dengan tanah disapu banjir bandang.

Kemudian sebanyak 17 rumah rusak berat, dua unit jembatan terputus, jalan desa terputus akibat tanah longsor sekitar 100 meter, dan 20 hektare lahan pertanian rusak, serta tiang listrik bertumbangan. Lima orang satu keluarga sempat hilang dalam peristiwa ini.

Sementara di Desa Hatapang, Dusun 1, Dusun 3, dan Dusun 5, 19 unit rumah rusak berat, 10 lainnya rusak ringan, satu unit jembatan ambruk, dan satu unit sepeda motor hilang. Usai banjir bandang, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tiga dari lima orang yang hilang. Hingga kini masih ada dua korban hilang belum ditemukan. (Sulaiman)

No comments

Powered by Blogger.