Puluhan Tahun Warga Lauburon Dambakan Penerangan Listrik

SUARA | Langkat -
Sudah 74 tahun Republik Indonesia bebas dari penjajahan Belanda, namun bagi warga masyarakat Dusun Lauburon, Desa Kutambaru, Kecamatan Kutambaru, belum merasakan apa artinya kemerdekaan. 
Sepuluh tahun Kecamatan Kutambaru Mekar dari Kecamatan Salapian, bahkan sudah tiga kali pemilihan Kades, dan pergantian camat, warga Lauburon Kutambaru / Marike mengharapkan penerangan listrik.
Kadus Lauburon Darma Esa mengungkapkan kepada wartawan, Minggu (5/1/2020) mengatakan "Dusun kami sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh untuk penerangan listrik, selama ini kami hanya memakai mesin ginset dirumah kami masing-masing. 
"Untuk jumlah penduduk dusun lauburon di huni oleh sekitar 50 Kepala keluarga, dari 50 kepala keluarga hanya empat kepala keluarga yang memiliki mesin ginset, bagi masyarakat yang tidak memiliki mesin ginset ya, menggunakan lampu sentir, atau lampu teplok, bang, ujar Kadus. 
Masih kata kadus, sebagian masyarakat disini adalah warga masyarakat kelahiran lauburon, sebagian lagi pendatang.
"Segala upaya telah kami lakukan agar di kampung kami ini masuk listrik, bahkan semenjak Kades Bapak Molana sudah diusulkan ke pihak PLN, pihak PLN menyetujui, namun yang menjadi persoalan adalah pembebasan lahan. 
"Kampung halaman kami ini di kelilingi Perkebunan milik PT. Nusantara II yang sekarang di kelola oleh PT LNK Perkebunan Marike, dari pihak Perusahaan PT LNK Perkebunan Marike belum memberi jawaban atas permohonan kami, ujarnya.
Selanjutnya, bahkan sampai tiga kali pergantian Kades dan Camat surat permohonan kami pun tidak pernah di balas oleh pihak PT LNK. 
"Pernah juga kami pertanyakan ke Manager PT LNK Perkebunan Marike, jawaban dari Manager PT LNK Perkebunan Marike, bahwa surat tersebut sudah di kirim ke pihak Direksi PT LNK dan Direksi PT. Nusantara II, ungkap Kadus. 
Masih kata Kadus, sekitar antara Tahun 2016 ataupun Tahun 2017, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin SE masih menjabat Ketua DPRD Langkat pada saat Pesta Seni Budaya, kami warga Lauburon menyampaikan kepada beliau.
Pak Bupati menjawab dan mengatakan akan menindak lanjuti secara prosedur, namun hasilnya sampai sekarang nasib kampung kami tetap tidak ada penerangan listrik. 
"Dari Pemerintah Desa Kutambaru pada saat kepemimpinan Bapak Tegoh Sembiring Depari kami sudah pernah mendapatkan bantuan berupa kabel dan mesin ginset, namun keadaan mesin tersebut dalam keadaan rusak, imbuh Kadus. 
"Kami hanya berharap melalui reses anggota DPRD Langkat fraksi Golkar kemarin (Sabtu, 4/1/2020) aspirasi masyarakat Kutambaru di perjuangkan. 
"Karena sudah sekitar 18 tahun kami mendiami kampung ini dan sudah 10 tahun Kecamatan Kutambaru mekar dari Kecamatan Salapian kami belum merasakan penerangan listrik, harap Kadus. 
Harapan warga Lauburon agar secepatnya Pemerintah Kabupaten Langkat melalui DPRD Langkat listrik sudah ada di kampung lauburon. Bupati Langkat Bapak Terbit Rencana Perangin-angin SE dengarkanlah suara kami, kami membutuhkan penerangan listrik. (T. Pasaribu)

No comments

Powered by Blogger.