Pasien Virus Corona Meninggal Dunia di China Jadi 908 Orang

SUARA | Jakarta -

Komisi Kesehatan Nasional China memperbarui jumlah pasien Virus Corona yang meninggal dunia pada Senin (10/2/2020). Total jumlah korban yang tewas mencapai 908 orang.

Jumlah korban tewas baru bertambah 97, kata komisi itu dalam pernyataan di laman resminya. Jumlah kenaikan korban ini memecahkan rekor harian sebelumnya.

Provinsi Hubei tengah, pusat merebaknya Virus Corona, melaporkan 91 kematian, sementara di ibu kota provinsi itu, Wuhan, 73 orang meninggal.

Seluruh China daratan ada 3.062 infeksi baru Virus Corona yang terkonfirmasi sehingga totalnya mencapai 40.171.

Pasien sembuh dari Virus Corona tercatat semakin banyak. Jumlah laporan adanya pasien baru pun saat ini sedang menurun.

Menurut pantauan peta Gis And Data, jumlah pasien yang terinfeksi virus ini pada Minggu 9 Februari sore adalah sejumlah 37.580 orang dengan pasien meninggal 813 orang.  

Dengan demikian, kematian akibat Virus Corona berada di kisaran 2,2 persen. Sementara, jumlah pasien sembuh berjumlah 2.780 pasien alias tiga kali lipat korban meninggal. Meski demikian, pemerintah di berbagai negara tetap waspada terhadap penyebaran virus ini.

Laporan AP menyebut pada Sabtu jumlah pasien baru di China yang terjangkit ada 2.656 kasus. Namun, angka itu turun 20 persen dari sehari sebelumnya, yakni 3.399 kasus.

Pakar menyebut hal itu bisa menjadi pertanda penyebaran Virus Corona sedang melambat. Cuaca yang lebih hangat juga disebut bisa membantu melawan virus itu.

Direktur Center for Infection and Imminuty dari Universitas Columbia berkata pengurangan besar dapat terjadi akhir bulan ini jika tindak pencegahan terbukti berhasil.

Namun, ia mengingatkan situasi bisa tambah runyam jika penyebaran virus masih meningkat ketika orang-orang sudah kembali bekerja.

Angka kematian akibat Virus Corona memang lebih tinggi dari korban SARS, tetapi jika dibandingkan jumlah kematian akibat SARS mencapai 9,6 persen, demikian laporan CNN.

Ada 774 orang yang meninggal akibat SARS dan korban yang terinfeksi sekitar 8.000 orang. Bila dibandingkan secara persentase, angka itu lebih tinggi ketimbang yang meninggal dari Virus Corona. (lipt6)


No comments

Powered by Blogger.