Permohonan Pembebasan Lahan Diabaikan PT LNK / PT Nusantara II Kebun Marike, 40 KK Hidup Tanpa Penerangan Listrik

SUARA | Langkat -

Kehadiran perusahaan seharusnya memberikan dampak baik bagi perusahaan sekitarnya.
Namun tidak demikian yang dirasakan warga dusun lauburon desa Kutambaru,Kabupaten Langkat.
 
Kehadiran PT. Langkat Nusantara Kepong Kebun Marike anak perusahaan PT. Nusantara II Tanjung Morawa, 40 KK harus hidup tanpa penerangan listrik selama bertahun-tahun. Bagaimana tidak, usulan warga untuk mendapatkan listrik sampai saat ini masih terganjal oleh perusahaan plat merah.
 
Runggun Bangun salah seorang warga ketika di wawancarai, Rabu (5/2/2020) mengatakan, Kecamatan Kutambaru sudah mekar selama 11 tahun dari Kecamatan Salapian, bahkan sampai tiga kali pergantian Kades, dan 6 kali pergantian Camat, tetapi dusun kami belum merasakan penerangan listrik, ujarnya.
 
"Dusun lauburon Desa Kutambaru ini sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh penerangan listrik, bang. Selama ini bagi masyarakat yang menggunakan ginset dapat penerangan listriknya itupun hanya sampai 4 jam, mulai pukul 18.00 wib - 22.00 wib, setelah itu masyarakat menggunakan lampu sentir,ataupun lampu surya.
 
Namun bila masyarakat yang tidak memiliki mesin ginset ya, hanya pakai lampu sentir ataupun mancis senter, ujarnya. 

Ditambahkan Darma Esa, (Kepala Dusun), "Jumlah penduduk dusun lauburon dahulunya berjumlah sekitar 70 kk, namun di karenakan tidak ada penerangan listrik, mereka pindah ke desa tetangga, terang Darma.
 
Lanjut Darma, dari 70 kk, sekarang tinggal 40 kk, dari 40 kk yang memiliki mesin ginset hanya 4 kk itupun pemakaian terbatas hanya sekitar 3-4 jam, kita tidak sanggup untuk biaya BBM nya, bang, dan bagi yang tidak memiliki ginset ya, pakai lampu sentir ataupun teplok, ujarnya.
 
Disinggung mengenai usaha apa saja yang di lakukan oleh Pemerintah Desa, maupun Kecamatan, Runggun Bangun menjelaskan,
 
"Untuk mendapatkan listrik segala macam upaya sudah di lakukan oleh masyarakat beserta Pemerintah Desa, bahkan sejak Kades Molana, di lanjutkan dengan Kades Tegoh Sembiring Depari, bahkan Kades terpilih sekarang Tenang Sitepu sudah di usulkan ke pihak PT PLN, dan pihak PT. PLN menyetujui, yang menjadi persoalan adalah pembebasan lahan .
 
Karena dusun kami di kelilingi oleh tanaman kelapa sawit milik PT.LNK Kebun Marike, ungkapnya.
 
Lanjut, Darma Esa, persoalan ini juga sudah kami beritahukan kepada Bapak Terbit Rencana Perangin-angin, SE pada saat Pesta Seni Budaya, sekitar tahun 2017 masa itu Bapak Terbit Rencana Perangin-angin, SE masih menjabat Ketua DPRD Langkat, tandas Darma.
 
Jawaban PT. LNK Perkebunan Marike menunggu Dari Direksi PT LNK dan Direksi PT Nusantara II Tanjung Morawa. Kades Kutambaru Tenang Sitepu ketika di konfirmasi oleh pihak media, Rabu (5/2/2020) mengatakan,
 
"Untuk Dusun Lauburon yang sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh penerangan listrik terkendala pembebasan lahan dari Perusahaan PT. LNK Perkebunan Marike maupun pihak Direksi PT Nusantara II Tanjung Morawa.
 
Namun hingga saat ini surat permohonan yang telah di layangkan oleh Pemerintah Desa terkesan diabaikan, ujar Kades. Sambung Kades, kami kwatir bila sampai tidak dapat penerangan listrik, warga dusun lauburon akan pindah kedesa lain, karena tidak tahan terus-terusan dalam gelap gulita.
 
Masih kata Kades, persoalan ini juga sudah kami sampaikan kepada anggota DPRD Langkat fraksi Partai Golkar yaitu Sri Bana Perangin-angin, Sedarita, Yohanes Sitepu pada saat reses pada tanggal 5/1/2020 lalu, ujar Kades.
 
Kades Kutambaru Tenang Sitepu berharap agar pihak perusahaan PT LNK Perkebunan Marike membuka pintu hatinya melihat keberadaan dusun lauburon, dan anggota DPRD Langkat agar melakukan Rapat Dengar Pendapat bahkan bila perlu mereka menginap di dusun tersebut.
 
Dengan keberadaan dusun lauburon Desa Kutambaru yang tidak mendapatkan penerangan listrik agar DPRD Langkat, Bupati Langkat agar dana mencari solusi tersebut, karena perlu di ketahui bahwa Desa Kutambaru adalah Kota Kecamatan Kutambaru, dan Pihak PT LNK Perkebunan Marike / PT Nusantara II Tanjung Morawa di duga tidak mendukung program Pemerintahan Joko Widodo, dimana Presiden Joko Widodo tidak ingin masyarakat hidup tanpa penerangan listrik, dan di mana kah rasa sosial dari Pihak Perusahaan PT LNK Perkebunan Marike/ PT Nusantara II Tanjung Morawa, bapak Manager dimana CSRnya???? (Pas)

No comments

Powered by Blogger.