Sri Mulyani Telah Salurkan Dana BOS Rp 9,8 Triliun di Awal 2020

SUARA | Jakarta -

Kementerian Keuangan menganggarkan Rp 54,32 triliun untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini. Dana tersebut naik 6,03 persen dari tahun lalu dan dialokasikan untuk membiayai 45,5 juta siswa di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, per hari ini, pemerintah telah menyalurkan dana BOS tahap pertama sebesar Rp 9,8 triliun ke seluruh Indonesia. Adapun jumlah sekolah yang menerima sebanyak 136.579 sekolah.

"Tanggal 10 Februari pemerintah menyalurkan kepada 136.579 sekolah yang akan dapat Rp 9,8 triliun. Penyaluran tahap pertama dilakukan ke 34 Provinsi di Indonesia," ujar Sri Mulyani di Kantornya, Senin (10/2/2020).

Penyaluran BOS diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan PMK No. 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik. Dana BOS ini merupakan dana yang digunakan dalam kegiatan operasional kegiatan belajar di sekolah dasar, menengah, sampai Sekolah Menengah Atas (SMA).

Penyaluran Dana BOS dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke Rekening Sekolah dengan tujuan untuk memangkas birokrasi. Sehingga sekolah dapat lebih cepat menerima dan menggunakan Dana BOS tersebut untuk operasional di sekolah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pihaknya mendukung penyaluran dilakukan langsung dari rekening negara ke sekolah. Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan.

"Jadi pemindahan kewenangan anggaran yang tadinya di provinsi, harus stop dulu di provinsi, masuk sekolah. Otomatis kita menginginkan agar anggaran tersebut juga akuntabel, dapat dipertanggugjawabkan. Sebagai pembina dan pengawas, kita tahu 113.000 diawasi tidak mudah apalagi anggaran cukup besar," jelasnya. (Merdeka.com)

No comments

Powered by Blogger.