1.079 Pasien DBD di Kabupaten Sikka Dinyatakan Sembuh

SUARA | Sikka - 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Kamis malam (12/3/2020) mengatakan, sebanyak 1.070 pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten tersebut dinyatakan sembuh total.

Petrus mengatakan, sejak statusnya menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 22 Januari, jumlah pasien DBD cenderung menurun.   

"Sekitar siang pasti ada yang pulang. Kemarin yang sempat dirawat RSUD TC Hillers itu sekitar 90 pasien, sekarang sekitar 77 pasien," katanya.

Meninggalnya 14 orang akibat DBD di Sikka, ungkap Petrus, lebih disebabkan karena orangtua atau pihak keluarganya terlambat membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Kebanyak warga Sikka lebih memilih ke puskesmas setelah empat atau lima hari menunjukkan gejala DBD.

"Itu kan kondisi kritis," katanya.

Semua pasien yang dinyatakan sembuh, kata Petrus, sudah datang di hari kedua usai menunjukkan gejala DBD.  

"Yang jadi masalah itu mereka datang ke puskesmas itu sudah dengan kondisi shock, kondisi kesadaran menurun, sehingga pada saat shock kita mau tangani seperti apa. Pengambilan pemeriksaan darah itu harus dalam kondisi tidak shock," jelasnya.

Sementara itu, tim dokter dan tenaga kesehatan bantuan Kemenkes RI yang didatangkan ke Kabupaten Sikka akan segera kembali lagi ke Jakarta. 

Sebanyak 18 tim kesehatan bantuan itu antara lain berupa 5 dokter ahli dan 12 tenaga perawat, serta 1 tenaga kesehatan lingkungan dipastikan akan kembali ke Jakarta hari ini, Jumat.

"Karena kasus DBD cenderung turun, dan kita dapat bantuan 10 dokter dari Kemenkes melalui propinsi, maka Jakarta tarik pulang," ungkapnya.

Catatan Dinkes Sikka menyebut, jumlah kasus DBD hingga Kamis malam tercatat 1.264, korban meninggal 14 orang, dan dinyatakan sembuh 1.079 orang, sementara yang masih dirawat di rumah sakit 109 orang.

Data yang berhasil dihimpun dikutip liputan6.com, korban meninggal akibat DBD di Kabupaten Sikka, terbanyak di Kecamatan Alok Timur 3 orang, Nita 2 orang, Alok 2 orang, Tanawawo 2 orang, Mego 2 orang, Bola 1 orang, Nele 1 orang, dan Kecamatan Magepanda 1 orang.

Terkait menurunnya tren penyakit DBD di Kabupaten Sikka, Petrus berharap kondisi ini akan terus membaik dan semua bisa dinyatakan sembuh. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk DBD. 

Pihaknya juga telah menurunkan langsun tenaga kesehatan ke masyarakat, kontrol dari rumah ke rumah untuk melakukan pengecekan langsung kondisi masyarakat.

No comments

Powered by Blogger.