Agar Tepat Sasaran Penerima PKH Dan BPNT, Kades Sampe Raya Lakukan Pengecekan Ke Dusun

SUARA | Langkat -

Untuk menindak lanjuti hasil musyawarah antara Pemerintah Desa Samape Raya Kecamatan Bahorok dengan masyarakat, Kadus,Pendamping PKH Kecamatan Bahorok, Babinsa, dan Babinkabtimas beberapa bulan yang lalu dan agar penerima PKH tepat sasaran, Kades Sampe Raya M Bahagia,Kadus IV Agenda Dermawan Sembiring, Kadus V Amran, Pendamping PKH Kecamatan Bahorok Hanim, Babinsa Desa Sampe Raya Serka Awaludin beserta perangkat desa Sampe Raya melakukan pengerjaan ke lapangan agar penerima PKH tepat sasaran, Senin (16/3/2020).

Kades Sampe Raya Kecamatan Bahorok M Bahagia Ginting menerangkan kepada wartawan bahwa pengecekan dilakukan agar penerima PKH tepat sasaran, dan bagi penerima PKH yang sudah mapan kita lakukan pencopotan stiker penerima PKH dan BPNT. 

"Kita sudah ada kesepakatan dengan warga agar melakukan pengecekan ke lapangan, apabila ditemukan bagi penerima PKH dan BPNT dianggap sudah sejahtera maka kita laksung melakukan pencopotan stiker penerimaan bantuan PKH, ujar Kades. 

Lanjut,Kades M. Bahagia, dalam pengecekan langsung ke lapangan dan pencopotan stiker kita juga sudah di dampingi dan Kordinasikan dengan Babinkabtimas dan Babinsa serta pendamping pkh Kecamatan Bahorok,dan kegiatan ini akan kita lakukan ke enam dusun di Desa Sampe Raya Kecamatan Bahorok ini, ujar Kades. 

Salah seorang penerima PKH yang dicopot stiker penerima PKH Rumini warga Dusun V Pondok I mengatakan: "Saya tidak merasa sakit hati maupun tersinggung dengan kebijakan Pemerintah Desa maupun Pemerintah Pusat, dan ini juga merupakan kesepakatan kami warga Desa Sampe Raya dengan Pemerintah Desa Sampe Raya pada musyawarah beberapa bulan yang lalu, ujar Rumini.
 
Lanjutkan Rumini, saya akui memang saya memiliki tanah yang saya tanami kelapa sawit sekitar 25 rante dan ternak lembu, dan dicopotnya sriker PKH dikarenakan saya sdh mapan, ujar Rukmini warga dusun V Pondok I Desa Sampe Raya. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sunartik warga dusun IV Pondok I Desa Sampe Raya mengatakan kepada wartawan, mengakui bahwa ia memiliki lembu 10 ekor dan lahan perkebunan sawit sekitar satu hektar, dicopotnya stiker PKH dan dicoretnya nama saya untuk digantikan dengan masyarakat yang lebih miskin saya iklas dan ini juga saya sudah melaporkan ke petugas Pendamping PKH Kecamatan Bahorok ketika dilakukan sosialisasi PKH di Desa Sampe Raya, ujar Sunartik.

Pendamping PKH Kecamatan Bahorok Hanim menjelaskan, dari pengecekan langsung ke lapangan kita menemukan dua penerima PKH untuk dusun V yaitu Saini dan Rumini yang kita copot stiker penerima PKH karena dianggap sudah sejahtera dan yang bersangkutan tidak keberatan, sedangkan untuk dusun V satu orang penerima PKH yaitu atas nama Sunartik dan nama yang bersangkutan tidak keberatan, ujar Hanim. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kadus IV Agenda Dermawan Sembiring, Kadus V Amran, Pendamping PKH Kecamatan Bahorok Hanim, Babinsa Serka TNI Awaluddin, Kades M. Bahagia Ginting. (topas)

No comments

Powered by Blogger.