Italia Utara Ditutup karena COVID-19, Pemerintah RI Imbau 1.239 WNI Tetap Tenang

SUARA | Italia -

Menyusul penutupan sebagian wilayah Italia terkait wabah Virus Corona (COVID-19), Pemerintah Indonesia meminta 1.239 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di wilayah utara negara tersebut agar tetap tenang.

Otoritas Italia memutuskan untuk menutup wilayah utara negaranya mulai Minggu (8/3) hingga 3 April mendatang demi menekan penyebaran Virus Corona baru SARS-CoV-2.

"Masyarakat Indonesia di Italia Utara diimbau agar tetap tenang, mengambil langkah-langkah pencegahan serta mengikuti aturan yang ditetapkan otoritas kesehatan setempat dan terus memantau informasi dari KBRI Roma," kata Kementeriaan Luar Negeri RI melalui pernyataan tertulis.

Melansir Antara, Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan warga Italia untuk tidak masuk dan keluar wilayah Utara, Sabtu tengah malam. Aktivitas warga di kawasan tersebut pun turut dibatasi.

Wilayah yang terdampak kebijakan baru Pemerintah Italia itu terdiri dari Lombardy, Veneto, Emilia-Romagna, Piemonte, dan Marche. 

Sementara, lima wilayah tersebut mencakup 12 provinsi yakni Venesia, Padova, Treviso, Modena, Reggio Emilia, Remini, Alessandria, Asti, Novara, Verbano, Vercelli, Pesaro-Urbino. Milan yang dikenal sebagai pusat wisata dan dagang pun jadi salah satu wilayah yang ditutup.

Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memantau ribuan warganya di wilayah tersebut. "KBRI Roma telah dan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat, seta menjalin komunikasi dengan para WNI di wilayah tersebut, termasuk melalui berbagai koordinator wilayah," tambah Kemlu RI.

Kemenlu RI melalui perwakilan di Roma mengatakan, sebagian besar WNI memutuskan tinggal di rumah seperti yang diminta oleh otoritas Italia. 

Pemeritah RI meyakinkan, suplai bahan pangan sehari-hari masih terjamin. KBRI Roma juga telah menyusun panduan langkah kontijensi dan menetapkan hotline COVID-19.

Dalam situasi darurat, WNI bisa menghubungi hotline Posko Penanganan COVID-19 KBRI Roma di +39 338 923 4243.


No comments

Powered by Blogger.