Wedang Sari Salak, Produk Binaan Rumah Zakat Jadi Oleh-oleh Khas Kulon Progo

SUARA | Yogyakarta -

Wedang sari salak produk binaan Rumah Zakat menjadi icon oleh-oleh khas Desa Jatimulyo,Kulon Progo, Yogyakarta. Produk tersebut juga masuk 15 besar produk UMKM khas Kulon Progo dan sering diikutsertakan dalam pameran di berbagai acara pemerintahan.

“Beberapa minggu lalu kami mendapatkan undangan khusus untuk mengikuti pagelaran Jogja Heboh di Tebing Breksi. Selain itu produk wedang sari salak ini juga mengikuti pameran UMKM di Taman Budaya Kulon Progo,” ujar Murjiyati, Fasilitator Desa Berdaya Jatimulyo, Selasa (10/2).

Menurut Murjiyati, ide berjualan wedang sari salak berawal dari mahasiswa KKN, mereka melihat banyak salak yang terbuang dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari situlah mahasiswa tersebut menginisiasi pelatihan pembuatan wedang sari salak untuk ibu-ibu PKK di Desa Jatimulyo yang diketuai oleh Ema Warnengsih.

“Salah satu marketing yang paling efektif untuk mengenalkan wedang sari salak ini yaitu dengan mengikuti berbagai pameran. Alhamdulillah diberbagai kesempatan, kami mengenalkan wedang sari salak sebagai produk dari Kulon Progo yang mengutamkan potensi lokal,” kata Murji.

Saat ini, pemasaran wedang sari salak sudah semakin meluas. Tidak hanya dipasarkan melalui kegiatan pameran, tetapi sudah masuk ke beberapa toko oleh-oleh terkenal di Kulon Progo yaitu di Susilowati, Tomira, Kopi Ampirono, Kopi Pari, dan Showroom Dekranasda Bendungan. (RZ)


No comments

Powered by Blogger.