Penerima Bantuan BPNT Tidak Sesuai Saldo, Warga Kelurahan Labuhan Ruku Mengeluh

SUARA DESA -

Bantuan Sembako atau yang dulu dikenal dengan sebutan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di kelurahan  Labuhan Ruku kecamatan Talawi kabupaten Batu Bara, mengeluh. Pasalnya, bantuan yang diterima berupa beras 10 kg, sayur wortel 4 buah, telur ayam 12 biji dan jeruk manis 10 buah.

Bahan  yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sayur wortel yang 4 buah terlihat busuk, telur 10 butir kecil-kecil dan pecah, jeruk manis 10 buah rasanya asam. Hingga KPM yang ada disetiaplingkungan di kelurahan Labuhan Rukumengeluh.

Salah seorang KPM warga Lingkunganenam Labuhan Ruku Yati, mengatakan, pihaknya baru saja menerima Bantuan Sembako dari E_Warung. Namun, beras yang diterimanya bobotnya10 Kg, sayur wortel  keadaan busuk, selainitu jeruk manistidak layak untuk dikonsumsi alias asam.

“Karena itu, kami minta seluruh Bantuan Sembako yang sekarang diterima di minta diganti dengan kualitas yang baik,  jangan seperti sekarang ini kualitasnyabenar- benar  mengecewakan, “ucapnya, kepada Suara Desa.com, Sabtu (25/04/2020).

Senada juga diucapkan warga Lingkungan Enam Labuhan Ruku, Satdiah, Yusniati dan Nenimenambahkan,kami juga baru saja menerima Bantuan Sembako seperti yang diterima KPM lainnya, namun nyaris seluruhnya sama.

”Sayang, bahan yang kami terima kalau di total harganya berkisar Rp 150 ribu sedangkan saldo sebesar Rp 200 ribu ke mana sisanya saldo kami,” tanya mereka dengan nada kesal.

Sementara itu, pemilik e Warung Ainun kelurahan Labuhan Ruku kecamatan Talawi saat di temui Suara Desa.com menyebutkan, KPM Tahun pertama 2018 di bulan November sampai Desember berjumlah 160 KPM, di tahun kedua 2019 menjadi 110 KPM, dengan alasan kata pendamping e warung  adanya pengurangan KPM dan perpindahan tempat serta kematian.

“Di tahun 2020 terjadi lagi perubahan KPM di sebabkan kelurahan Labuhan Ruku terdiri dari Delapan Lingkungan maka di jadikan satu rekap data Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan alasan saldo nol, begitu di cek hanya 10 KPM saldo yang nol,” terang Ainun.

Karena itu diharapkan pada pihak dinas terkait, segera menegur pihak suplayer supaya kualitas beras, dan lain-lainnya itu diperhatikan disesuaikan dengan standar pemerintah. “ Kalau masih tetap itu juga pendampingnya dansuplayernya diganti saja dengan suplayer yang bertanggung jawab,  jangan ia mencari keuntungan pribadi atas penderitaan orang lain,” ujarnya. (Erwin)

No comments

Powered by Blogger.