PNS Harus Pakai Masker, Kementerian dan Lembaga Wajib Sediakan


SUARA DESA -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo meminta agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) selalu menggunakan masker saat berkegiatan. Selain itu, PNS juga dilarang menyebarkan hoaks seputar penyebaran virus Corona (Covid-19). 

Himbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian ke Luar Daerah dan atau Kegiatan Mudik bagi Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Aparatur Sipil Negara agar:

a) selalu menggunakan masker ketika berada atau berkegiatan di luar rumah tanpa kecuali; dan
b) menyampaikan informasi yang positif dan benar (bukan berita hoaks) kepada masyarakat terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Menteri PANRB juga mendorong Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pada kementerian atau lembaga atau daerah agar menyusun kebijakan internal untuk meringankan beban pegawai dan keluarganya yang terdampak virus Corona.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji mengajak seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk dapat menyediakan masker bagi para pegawai dan keluarganya.

PNS juga dimintanya untuk dapat menyosialisasikan imbauan kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan agar tetap berada di rumah serta menggunakan masker apabila terpaksa berada di luar rumah.

"Diharapkan pengunaan masker oleh ASN menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia," pungkas Atmaji.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta semua masyarakat memakai masker apabila beraktivitas di luar rumah. Hal ini sesuai anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Jokowi menyebut saat ini pemakaian masker bukan hanya untuk orang yang sakit saja. Namun, masyarakat yang sehat pun memakai masker agar tak terinfeksi virus corona.

"WHO di awal menyampaikan bahwa yang pakai masker hanya yang sakit, (orang) sehat enggak. Tapi sekarang enggak, semua yang keluar rumah harus pakai masker," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin (6/4/2020).

Untuk itu, Jokowi meminta agar ketersediaan masker mulai disiapkan dan diberikan kepada masyarakat. Pasalnya, masyarakat kini wajib menggunakan masker.

"Kita ingin setiap warga yang keluar rumah wajib menggunakan masker," ucap Jokowi dikutip liputan6.com.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto juga mengatakan bahwa semua masyarakat kini harus menggunakan makser saat keluar rumah meski tidak sakit.

Dia menegaskan bahwa masker bedah dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan, khususnya yang menangani pasien virus corona. Sementara itu, masyarakat yang sehat bisa menggunakan masker kain.

"Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar orang tanpa gejala (virus corona). Banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu bahwa mereka adalah sumber penyebaran penyakit" jelas Yurianto, Minggu 5 April 2020.

Dia meminta masyarakat untuk melindungi diri dengan menggunakan masker kain saat berpergian. Meski begitu, masker kain harur rutin dicuci dan disarankan agar tak dipakai lebih dari 4 jam.



No comments

Powered by Blogger.