Nelayan Kerang Tanjung Tiram Bertahan Hidup Dalam Terpaan "Badai Corona"


SUARA DESA -

Dalam perjuangan melawan kelam wabah pendemi global tersebut,  dampak Covid-19 juga mulai merambah pada kehidupan ekonomi masyarakat kecil, yang mengeluhkan perekonomian  turun drastis dari waktu normal. Hal sama sangat terasa pada perekonomian nelayan kerang Tanjung Tiram.

Di Kabupaten Batu Baranelayan kerang terpaksa harus menjual hasil tangkapan  kepada agendengan harga yang sangat murah atau turun dari harga biasanya. Hal ini terjadi karena harus banyak berada di rumah sajademi mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

Andi warga Dusun IV desa Bagan Dalam kecamatan Tanjung Tiram, salah seorang nelayan kerang menyatakan, harga kerang biasanyadi jual / kg Rp 5000kini dijual kepada agen hanya berkisar Rp 2000/kg.

“Kondisi ini semakin memperpanjang kesulitan yang dialami nelayan kerang,” ungkap Andi kepada Suara Desa.com, Kamis (07/05/2020). Pada saat yang sama, situasi semakin sulit dengan meningkatnya harga sembako yang dijual di pasar.

“Hari ini harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan. Sementara pendapatan nelayan kerang terus turun pasca  penyebaran Covid-19,” kata Andi

Menurut Andi, nelayankerang Tanjung Tiram, apa yang terjadi saat ini semakin menyulitkan kehidupan kami (nelayan) ditambah lagi dengan meningkatnya harga sembako yang dijual di pasar setelah  penyebaran Covid-19 di kabupaten Batu Bara.Kondisi nelayan kerang khususnyasemakin sulit persediaan untuk makan harian.

“Harga kerang saat ini benar-benar drastis  jatuh. Kehidupannelayan kerang semakin sulit,” ungkap Andi. 

Terkait dengan harga kerangAndi,nelayan kerang menyatakan bahwa saat ini harga menurun drastis. Ia menyebutkan harga kerang yang biasanya dijual Rp 5000 kini hanya tinggal Rp 2000ribu.

Berbagai fakta di lapangan menunjukkan bahwa kebijakan penanganan Covid-19 yang dijalankan oleh Pemerintahsangat tidak mempertimbangkan aspek ekonomi kehidupan keluarga nelayan khususnya nelayan kerang.

Merespon hal ini, Sekretaris HNSI kabupaten Batu Bara Erwantomenyatakan bahwa Pemerintah seharusnya memberikan prioritas untuk melindungi keluarga nelayan yang terdampak kebijakan penanganan Covid-19 dengan cara mengalokasikan secara khusus dana perlindungan dan pemberdayaan nelayan.  

Erwanto mendesak Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara  untuk hadir memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan bagi seluruh keluarga nelayan kerang di Tanjung Tiram terdampak kebijakan penangan Covid-19. (Erwin)


Contact Person : 082301949494 & 081361124544 

No comments

Powered by Blogger.