Persatuan Hotel Dan Restoran Indonesia Akan Buka Kembali Operasional Hotel Pada Awal Juni 2020


SUARA DESA -

Pada awal Juni 2020, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara sepakat akan membuka kembali operasional hotel di Kota Medan dan sejumlah daerah di Wilayah Sumatera Utara pada awal Juni 2020 mendatang. 

Tetapi, dalam beroperasinya hotel tersebut nantinya akan tetap mengikuti standart protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Sumut, Denny S Wardhana yang ‎mengatakan bahwa dibukanya operasional hotel guna menekan angka kerugian yang dialami oleh pelaku usaha.

‎"Kita berharap teman-teman di hotel di Sumatera Utara sepakat akan membuka kembali awal Juni 2020 ini, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang akan dikerjakan," kata Denny, Jumat (29/5/2020).

Denny menjelaskan bahwa saat ini untuk tingkat hunian hotel di Kota Medan sudah terjun bebas dengan persentase di bawah 5 persen. Itupun jika ada tamu yang menginap adalah warga Kota Medan‎ yang sudah bosan berada di rumah saja.

"Ada sejumlah hotel meningkat, tapi bukan tamu dari luar kota. Kebanyakan tamu dari Kota Medan sendiri, ya mungkin karena sudah bosan di rumah. Peningkatkannya pun tidak terlalu besar," jelas Denny.

‎Denny berharap Pemerintah Indonesia ada memberi kelonggaran kedepannya, khususnya diperbolehkan melaksanakan pertemuan di hotel dengan tidak melakukan mobilsasi massa serta tetap menjalan protokol kesehatan.

"Kita harapkan meeting di hotel, dengan adanya kelonggaran perjalanan dinas. Tidak terlalu ramai, itu menunggu keputusan dari Pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat," tutur Denny.

Denny menambahkan bahwa dengan dibukanya operasional hotel, namun tidak seluruhnya karyawan akan kembali bekerja. Tetapi, ‎PHRI tetap mengharapkan bantuan pemerintah dalam mengurangi beban yang dihadapi oleh para pelaku usaha hotel akibat dampak dari Covid-19 ini.

"Beban kita sangat berat, dan kita tetap mengharapkan bantuan dari Pemerintah. Beban yang kita tanggung itu seperti biaya listrik. ]Makanya kita harapkan relaksasi dari Pemerintah. Pemerintah bisa membantu kepada karyawan untuk pra kerja. Tidak mungkin 100 persen kita buka. Kita harapkan seluruh karyawan bisa bekerja, kita harus bangkit," tutup Denny. (Medan) 


No comments

Powered by Blogger.