Tak Bisa Gelar Resepsi, Pengantin Berbagi Makanan Catering Ke Orang Tak Mampu


SUARA DESA -

Virus Corona yang mewabah hampir di seluruh dunia, tentunya berdampak bagi setiap negara, bahkan bagi setiap individu. Mulai dari penghasilan yang menurun hingga gagalnya melaksanakan resepsi pernikahan.

Bagi pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan, pastinya jauh sebelum pandemi Corona menyebar para calon pengantin telah melakukan berbagai persiapan untuk hari bahagianya tersebut.

Namun, di masa pandemi seperti saat ini, tentu para calon pengantin terpaksa menunda rencana untuk merayakan hari bahagianya.

Hal ini juga dirasakan pasangan dari Sri Lanka, yaitu Darshana Kumara bersama tunangannya, Pawani Rasanga.


Mereka telah menghabiskan waktu dan menunggu berbulan-bulan untuk menyusun rencana pernikahan akbar. 

Namun, virus Corona yang terus menyebar di daerahnya membuat keduanya memutuskan untuk membatalkan resepsi pernikahan dan menggantinya dengan cara berbagi kepada sesama.

"Baju, cincin, dan kue, semuanya sudah dipesan. Gedung resepsi juga sudah di-booking. Kami berencana mengundang 250 orang," ucap Darshana. 

Pasangan yang tinggal di Malimbada, Sri Lanka ini seharusnya mengadakan resepsi pada 27 April 2020. Kondisi yang tak memungkinkan ini membuat keluarganya menyarankan untuk menunda acara resepsi tersebut.

Alih-alih menunda, Darshana dan Pawani lebih memilih untuk berbagai kebahagiaan pada hari pernikahannya dengan tetangganya yang kekurangan.


Keduanya pun hanya melakukan pendaftaran pernikahan ditemani dengan keluarga dan teman. Sesudahnya mereka memotong kue pengantin yang telah dipesan dan saling menyuapi.

Tampak mempelai wanita menggunakan busana pengantin yang simpel dan masker kemudian mengantarkan makanan dan kebutuhan lainnya kepada tetangganya yang kurang mampu. Selain itu, mereka juga memberi mainan kepada anak-anak.

Darshana pun merasakan kepuasan tersendiri saat melihat senyum di bibir orang-orang tersebut.

"Dengan melakukan ini kami mendapat kepuasan yang luar biasa. Ketika melihat senyum di wajah orang-orang tak mampu itu, khususnya anak-anak, ketika melihatnya, tidak ada kata yang bisa menggambarkannya," ucap Darshana.

Alhasil, aksi baiknya ini menjadi viral. Sejak saat itu mereka sering menerima panggilan telepon dan kunjungan, baik di rumah maupun di tokonya. Tak sedikit orang asing yang memuji atas kemurahan hati keduanya.



No comments

Powered by Blogger.