Kepala Sekolah SMAN 1 Talawi Klarifikasi Tentang Kutipan Uang Perpisahan


SUARA DESA -

Lagi-lagi pungutan muncul di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Talawi  Kabupaten Batu Bara. Hal ini menjadi pertanyaan kalangan Keluarga Pers Batu Bara (KEPRES) dan menjadi sorotan empuk untuk di publikasikan.Salah satunya SMAN 1 Talawi Kabupaten Batu Bara,  masih melakukan kutip dana dari orang tua muriddi duga sebesarRp 250 ribu untuk biaya pelaksanaan perpisahan / pelepasan kelas XII.

Adapun biaya yang dikutip yakni, Uang Perpisahan / pelepasan  Kelas XII  sebesar Rp 250 ribu.Mendengar serta mengutip laporan orangtua murid menerangkan, pihak sekolah melakukan pengutipan uang perpisahan / pelepasan  siswa kelas XII keluarga KEPRES Batu Bara langsung menuju ke SMAN 1 Talawi menemui kepala sekolah SMAN 1 Talawi Drs.H.Basaruddin.M.SI di ruang kerjanya, Selasa (02/06/2020).

Basaruddin mengamini kutipan uang perpisahan / pelepasan kelas XII tersebut.”Iya, memang benar perihal pengutipan itu,” kata Basaruddin,  sembari berdalih kalau sebelumnya sudah terlebih dahulu dilakukan rapat bersama orang tua siswa, ujar pria yang  mengenakan  baju kaus bercorak sambil senyum tawa di dampingi pengurus KEPRES Batu Bara.

Hal ini menjadi sebuah ungkapan Basaruddin, akan berencana dalam pelaksanaan pelepasan siswa, dan kalau tidak salah saya (kepsek-red) mereka (siswa-red) itu nyicil, mungkin itulah angkanya sebesar Rp 250 ribu, pada hal saat itu sudah final akan melaksanakan perpisahan / pelepasan siswa angkatan ke XXX Tahun pelajaran 2019 -2020.

“Cuma karena ada kebijakan pemerintah tentang covid-19 tidak di bolehkan ada kita sebut kumpul, dan setelah itu pun tidak ada pertemuan dengan siswa, dan uang itu pasti akan segera kita kembalikan, “ungkapnya.

Lebih lanjut Basaruddin mengatakan, memang pengakuan panitia perpisahan / pelepasan sudah di tentukan waktu pelaksanaan pelepasan begitu sudah selesai Ujian Nasionalnya, seminggu kemudian sekolah di tutup oleh pemerintah.

“Pada hal Sabtunya sudah di rencanakan acara perpisahan / pelepasan siswa kelas XII. Sedangkan pengakuan panitia sebagian uang sudah ada juga yang di panjar, wajarnya itu seperti teratak dan lain sebagainya, “ kata Basaruddin kepsek SMAN 1 Talawi. Yang jelas itu secara kolektif, uang itu pasti belum di gunakan dan itu komitmen bersama kita sampaikan dalam rapat kepada orang tua siswa.

“Sembari dia juga menyebutkan saya (kepsek-red) setelah beberapa kali tidak melaksanakan perpisahan / pelepasan tersebut, takut juga lah kita, karena kita berurusan dengan namanya uang, “ pungkasnya. (Erwin)


No comments

Powered by Blogger.