Oknum ASN Diduga Palsukan Hasil Rapid Test Terancam Di Pecat


SUARA DESA -

Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) diduga melakukan pemalsuan Surat Keterangan Hasil Rapid Test. 

Alhasil, oknum ASN berinisial EWT (49) terancam dipecat dari statusnya sebagai ASN di Pemkab Tapteng. Berdasarkan informasi yang diperoleh, EWT bertugas sebagai staff disalah satu rumah sakit di Kabupaten Tapteng. 

Awalnya ia diamankan oleh Polres‎ Sibolga bersama MAP (30) yang merupakan perawat di Klinik Yakin Sehat Kabupaten Tapteng, secara terpisah di Kabupaten Tapteng, Sabtu (27/6).

Pengungkapan kasus ini, diketahui ada menerima‎ informasi dan ditemukanya dokumen hasil rapid test diduga palsu di Pelabuhan Penyeberangan ASP Kota Sibolga, pada Jum’at (26/6), pekan lalu.

Namun, karena lokasi kejadian di Kabupaten Tapteng. Polres ‎Sibolga menyerahkan kasus ini ke Polres Tapteng untuk tindak lanjut proses hukumnya.

"Kami dapat informasi terkait hal tersebut pada hari Sabtu lalu dan telah diamankan oleh Polres Sibolga. Saat ini, oknum ASN itu berada di Polres Tapteng," kata Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani, Senin (29/6/2020).

Bakhtiar menjelaskan bahwa kasus ini dilakukan oleh oknum ASN. Ia menilai karena kasus ini sangat keterlaluan dan mencoreng Pemkab Tapteng, maka mempersilkan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Kami akan segera memproses ASN tersebut sesuai dengan peraturan dan akan kami pecat dari ASN di Kabupaten Tapteng," jelas Bakhtiar.

Bakhtiar juga mengingatkan agar proses hukum terus berjalan dan jangan ada lagi yang coba-coba untuk memalsukan dokumen tersebut.

"Ini bukan hal yang sembarangan dan ini tindakan yang luar biasa yang bisa membahayakan orang lain. Apabila tes kesehatannya terindikasi Covid-19 atau hasil Rapid Testnya Reaktif tapi tidak dilakukan dengan sebenarnya," ungkap Bakhtiar.

Bakhtiar mengungkapkan bahwa proses hukum harus terus dilakukan dan akan melakukan tindakan tegas. Apalagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, pihak Pemkab Tapteng tidak main-main dan sudah bekerja keras dengan maksimal, namun herannya masih saja ada oknum yang berbuat hal seperti ini untuk kepentingan dan keuntungan pribadinya saja.

"Saya pastikan oknum ASN tersebut akan dipecat. Saya ingatkan jangan main-main dan jangan menjadi contoh yang tidak baik bagi yang lainnya apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini. Kita sebagai Pemimpin menjadi penentu disaat situasi tidak menentu," tutup Bakhtiar. (Tapteng) 


No comments

Powered by Blogger.