ULP PLN Tanjung Tiram Diminta Lakukan Penertiban PJU Diduga Tak Berizin


SUARA DESA -

ULP PLN Tanjung Tiram di minta menertibkan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang di duga tidak memiliki izin (ilegal), Selasa 30/6/2020.

Pasalnya, berdasarkan amatan awak media online di beberapa desa di kecamatan Tanjung Tiram mau pun kecamatan Nibung Hangus, kabupaten Batu Bara, ada pemasangan PJU yang di duga memanfaatkan anggaran Dana Desa (DD) saat ini nempel di tiang lampu milik PT PLN (Persero) di duga dengan menggunakan arus listrik PLN yang ada.

Ka ULP PLN Tanjung Tiram Robby saat di temui di ruang kerjanya, Senin (29/06/2020) mengatakan, PLN Tanjung Tiram mencangkup wilayah kerja mulai dari Kuala Tanjung, Sei Balai sampai Meranti, dengan keluasan wilayah itu kami wajib melistriki, mengecek selama 24 jam.

“Jadi melalui awak media itu sendiri kami sangat terbantulah, kalau ada informasi-informasi yang ada di lingkungan wilayah kerja  PLN Tanjung Tiram,” ungkapnya.

Kami mengucapkan terima kasih telah datang ke sini dan bisa kita bersilaturahmi, sehingga lambat laun kita saling akrab, sembari mengenalkan namanya terhadap awak media yang hadir, nama saya Robby.

Dikatakannya,  dalam suasana pandemi covid-19 ini, saya mengajak para awak media online yang datang kemari untuk sama-sama membangun Batu Bara ini mulai dari hal terkecil yang sifatnya informasi yang bisa sama-sama kita bantu ke masyarakat upaya-upaya seperti apa.

“Jadi terkait pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sifatnya terkait pelanggaran,dan terkait PLN yang di rugikan, saya tidak bisa berbicara banyak, di sini kita harus sama-sama kalau bisa kita duduk bersama dengan Pemerintah maupun PT PLN,  permasalahan biar kita runtut dulu masalahnya seperti apa,” ujar Robby.

Lebih lanjut di katakan ULP PLN Tanjung Tiram Robby, izinkan kami ngecek dulu, biar tidak salah menilai dan tidak salah memberikan stetmen dan tidak memberikan sesuatu yang sifatnya pernyataan yang salah, “Kita harus melihat seperti apa dulu di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, pengakuan Yayah selaku tukang pemasangan PJU mengatakan, seingat saya ada 10 desa yang sudah terpasang yaitu, desa Pahlawan 5 titik, Bandar Rahmad 6 titik, Kampung Lalang 4 titik, Bagan Dalam 2 titik, Sentang 6 titik, Guntung 4 titik, Mekar Laras 5 titik, Lima Laras 4 titik, dan desa Bandar Sono 2 titik.

“Lampu yang di pasang saat ini adalah lampu LED dengan menggunakan Poto Cell, sedangkan arus yang di pakai dari PLN dengan cahaya lampu berwarna putih dan bukan kuning,” sebutnya.

Ketika di tanya terkait Watt yang di pakai, dia menjawab tidak tahu, di sebabkan bahan (lampu) datang sudah berakit dan tinggal dinaikan ke tiang lampu milik PLN.Pengakuan Yayah, kordinator pemasangan PJU tersebut di dugabernama, Z, soal rananya izin ke PLN itu kembali lagi ke pemborong.

Awak  media ada memperoleh edaran di duga milik rekanan (Pemborong) yang berisikan, penerang pemukiman (lampu jalan) maksimal 25 lampu per desa, biaya maksimal sebesar Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) lampu LED maksimal 100 Watt dengan cahaya kuning, bergaransi,termasuk biaya pasang, kabel PLN, sensor, pipa dll.  (Erwin).


No comments

Powered by Blogger.