UPTD SMPN 2 Tanjung Tiram Ciptakan Sekolah Yang Hijau Dan Asri


SUARA DESA -

Sebagai institusi yang menjalankan fungsipendidikanKa UPTD SMPN 2 Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara mengajak seluruh guru untuk komitmen menanam pohon, dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau dan asri,” ujar Bahktiar, kepada Suara Desa di sela-sela kegiatan menanam, Sabtu (27/06/20.

MenurutBahktiar, upaya penghijauan jadi inisiatif saya melakukan penanaman yang bisa sesuai lahan yang ada, kebetulan dari instruksi Bupati Batu Bara banyak halaman sekolah yang sudah di tumbuhisemak  belukar dan photonya ada tetapi saya tidak tahu sekolah yang mana, karena libur sekolah lahan sekolah di abaikan.

“Ini merupakan momen kebersamaan sehingga guru-guru kita ajak ke sekolah untuk menanam berbagai macam tanaman,” ujarnya.

Di katakannya, di UPTD SMPN 2 Tanjung Tiram ini memilki guru laki-laki sangat minim sekali, yaitu satu orang guru, satu orang operator  dan satu orang satpamjadi inilah yang ada, sedangkan guru PNS Cuma ada 13 orang.

Harapan kedepan, agar kiranya Pemkab Batu Bara melalui Dinas terkait melakukan penimbunan lahan sekolah kami yang masih kosong. “Dan di prioritaskan ruang kelas baru, rencananya tahun 2021.Lebih lanjut di jelaskannya, jumlah siswa di UPTD SMPN 2 Tanjung Tiram sejumlah 270 orang. 

Sementara itu, kita buka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk ajaran baru tahun 2020 – 2021 sebanyak empat ruang yang terdaftar baru sekitar 105 orang, tetapi hari ini kita buka pendaftaran tahap ke dua, dan masih kurang sekitar 28 orang.

Sedangkan ruang yang benar ada delapan ruang terdiri dari, ruang TU satu ruang bersama kepala sekolah untuk ruang gurubisa kita bilang tidak ada.

Dia berharap, adanya pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan ruang perpustakaan, dan idealnya sekolah ini memilki 12 ruang, rencananya tahun 2021 di UPTD SMPN 2 Tanjung Tiram ada perehapan ruang kelas dan laboratorium IPA.

“Mohon adanya penambahan guru PNS, di sebabkan sekolah ini cukup banyak beban yang harus di tanggulangi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” pinta Bahktiar. Seharusnya satu pelajaran minimal dua orang guru dan kita disini untuk guru PPKN, guru Prakarya dan juga guru Seni Budaya pun tidak ada. 

“Sembari ia mengatakan di sekolah ini mulai aktif tanggal 8 Juni walaupun SK nya tanggal 15 Mei lalu,” ungkapnya. (Erwin)


No comments

Powered by Blogger.