Warga Desa Bogak Keluhkan Drainase di Jalan Kenari Tidak Berfungsi


SUARA DESA -

Warga Jalan Kenari Desa Bogak, Kecamatan Tanjung  Tiram, kabupaten Batu Bara, mengeluhkan drainase tak berfungsi yang sering memicu banjir ketika musim hujan. Ketika kemarau pun air di drainase sulit mengalir. 

Menurut seorang warga Nila mengatakan, saluran drainase yang ada saat ini bahkan boleh dibilang tidak berfungsi, jalanan di sekitar drainase sering kebanjiran saat hujan akibat drainase tidak berfungsidi penuhi sampah.

"Lihat saja ini masih musim kemarau tapi air di drainase justru sudah hampir penuh. Bagaimana nanti memasuki musim hujan  pasti mengalami banjir dan jalan ini sulit untuk di lalui dan hampir tiga tahun kami disini merasakan buruknya kondisi jalan yang ada saat ini," bebernya  kepada Suara Desa, Selasa (23/06/2020).

Warga lainnya, M.Zidan, mengeluhkan hal sama. Ia berharap, agar jalan dan drainase di percantik lagi, kalau hujan 20 menit saja jalansudah penuh air setinggi mata kaki orang dewasa. “Di tambah drainase yang tidak berfungsikemana lagi aliran airnya tertutup semua," ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa terkait kondisi jalan Kenari dan drainase yang tidak berfungsi sudah pernah saya serkan ke Facebook Muhammad Zidan Fiali itu pun sudah lama di posting yang di masukan di grup Batu Bara Bersaudara.

“Drainase yang ada saat ini sudah hampir dua atau empat tahun tidak berfungsi, dan kami sudah pernah melaporkan kepada pemerintah desa Bogakagar di perbaiki hingga kini belum ada tanda untuk di perbaiki,” katanya.

Menyikapi permasalahan tersebut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pemuda Karya (IPK) kecamatan Tanjung Tiram Hendra melalui Ketua Harian M Taufik meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak maupun Pemkab Batu Bara memperhatikan kondisi drainase di jalan Kenari desa Bogak itu harus segera di lakukan pengorekan, mendalamkan kembali parit (drainase) yang telah mengalami pendangkalan.

“Kondisi parit (drainase) cukup memperihatinkan, selain mengalami pendangkalan, juga di penuhi sampah. Kondisi itu menyebabkan parit tidak mampu menampung curah hujan, sehingga meluap mengenangi jalan,” cetusnya.

Dia meminta Pemkab Batu Bara menginstruksikan Dinas terkait agar melakukan pengorekan parit di jalan Kenari desa Bogak kecamatan Tanjung Tiram tersebut.Ada pun Kepala desa Bogak, Khalid Nst membenarkan keluhan warganya  kondisi drainase saat ini, dan sering juga pihak desa melakukan gotong royong melakukan normalisasi.

“Sedangkan untuk tahun inipemerintah desa Bogak juga telah menganggarkan kegiatan normalisasi melalui anggaran Dana  Desa,” ujar kades di ruang kerjanya, Rabu (24/06/2020).

Tahun ini atau pun tahun depan Pemkab Batu Bara melalui dinas terkait  akanmenganggarkan normalisasi, di sebabkan dampak covid-19 anggaran  tersebut terpangkas, insyah Allah  pada tahun depan atau 2021 Pemkab Batu Bara akan segera melakukan normalisasi di jalan Kenari desa Bogak. (Erwin)


No comments

Powered by Blogger.