Antar Makanan, Seorang Polisi Babak Belur Dipukul Tahanan Didalam Sel Polsek Patumbak


SUARA DESA -

Seorang polisi dipukuli tahanan di dalam sel di Mapolsek Patumbak Polrestabes Medan, Sabtu (27/7/2020) malam. Peristiwa ini terjadi sekitar Pukul 19.30 Wib. 

Akibatnya, korban bernama Bripda Bryan Hazler Sibarani babak belur dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, guna mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut berawal saat Bripda Bryan sedang piket menjaga sel tahanan di Polsek Patumbak. 
 
Kemudian, datang pengunjung untuk mengantarkan makanan dan korban melakukan pemeriksaan makanan tersebut.

Selanjutnya, usai melakukan pemeriksaan itu, Bripda Bryan mengantar makanan itu kepada tahanan yang berada di blok C sel tahanan Polsek Patumbak. 
 
Korban yang mengantar makanan, kemudian masuk ke dalam sel. Tiba-tiba para tahanan menyerang dan memukuli ‎korban dengan tujuan dapat melarikan diri.

Merasa terancam nyawa nya, kemudian korban berteriak minta tolong. Petugas kepolisian yang lain, yang mendengar teriakan korban, langsung berlari dan menyelamatkan korban dari dalam sel. 
 
Bripda Bryan mengalami luka koyak di bagian bibir dan luka lebam, serta baju dinas yang dikenakannya koyak akibat ditarik para pelaku.

"Tahanan yang melakukan provokasi bernama Adi Syahputra Surbakti, tahanan kasus narkoba," kata Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza.

Tidak hanya Adi, ada juga tahanan lainnya di dalam sel yang ikut juga melakukan pemukulan terhadap korban, yakni ‎M Rizal, M Syahputra, Andi dan Raynata Sembiring. 
 
Saat ini, kelima tahanan pelaku pemukulan tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Patumbak.

"Kelima orang tersebut adalah merupakan tahanan Polsek Sunggal yang dititip di Polsek Patumbak," ucap Arfin.

Selain kelima orang tersebut, ada dua tahanan dari Polsek Patumbak yang lain bernama Sandi dan Nasib Situmeang yang juga ikut dalam kasus penganiayaan terhadap anggota Polri. Sehingga, total keseluruhan pelaku berjumlah 7 orang.

Akibat perbuatannya, para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap Anggota Polri tersebut dijerat pasal 214 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara‎. (LM)


No comments

Powered by Blogger.