Buntut Saksi Dianiaya, Kapolsek dan Kanit Polsek Percut Sei Tuan Diperika Propam Poldasu


SUARA DESA -

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otniel Siahaan dan Kanit Reskrim Luis Beltran diperiksa Bid Propam Polda Sumut, terkait laporan dugaan penganiayaan yang dialami saksi kasus pembunuhan, Sarpan (57) beberapa waktu lalu.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan, dalam kasus itu ada 6 orang yang diperiksa. 

"Ada 6 orang diperiksa. Kanit semua kita periksa. Kapolsek kita periksa," ujar Riko Sunarko usai paparan di Mapolrestabes Medan, Kamis (9/7/2020). 

Sebelumnya Sarpan diperiksa Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan sebagai saksi atas kasus pembunuhan Dodi Somanto, 40, di Jalan Sidomulyo Gang Gelatik Dusun XIII Desa Sei Rotan Kec Percut Sei Tuan, Kamis (2/7/2020) lalu.

Selama menjalani pemeriksaan yang berlangsung kurang lebih lima hari, diduga Sarpan tak kunjung pulang. Puncaknya warga mempertanyakan hal tersebut ke Mapolsek Percut Sei Tuan. Sarpan pun dipulangkan dengan kondisi memprihatinkan. Kedua matanya lebam membiru. Kasus ini pun dilaporkan ke Polrestabes Medan.

"Kasus sedang kita kembangkan dan penyelidikan. Kita cek pengakuan yang bersangkutan yang mengaku dianiaya orang yang tidak dikenal. Menurut pengakuannya (Sarpan) ia dianiaya oleh tersangka kasus lain yang juga ditangani Polsek Percut," terang Riko.

Riko menegaskan, tak segan-segan akan menindak tegas personel yang bertindak diluar prosedur. 

"Komitmen kami kalau anggota kita salah, akan kita proses sesuai ketentuan," tegas Kapolrestabes. 

Sedangkan kasus itu sendiri, polisi tetapkan satu orang tersangka, yakni, Anzar. Motif peristiwa berdarah itu dipicu sakit hati karena tersangka kerap diejek korban. 
 
Diketahui, Dodi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu, mendatangi Anzar. Keduanya terlibat pertengkaran, hingga Anzar pukul kepala korban dengan cangkul yang membuat Dodi merenggang nyawa.
 
 

No comments

Powered by Blogger.