Kasus Corona COVID-19 China Melonjak, Terbanyak Dari Xinjiang


SUARA DESA -

Pemerintah China mengumumkan tambahan 101 kasus Corona (COVID-19) pada Rabu (29/7/2020). Jumlah itu adalah yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Dilaporkan Kyodo, Rabu (29/7/2020), mayoritas infeksi baru itu berasal dari daerah Xinjiang yang merupakan rumah dari komunitas Uighur dan minoritas Muslim lain di China. Banyak dari mereka berada di "kamp pendidikan" China.

89 dari 101 kasus Corona COVID-19 ini berasal dari Urumqi, ibu kota Xinjiang. Kota itu sudah berada dalam kondisi darurat agar kasus tak menyebar.

Kota Urumqi tidak melakukan lockdown total seperti di Wuhan. Namun, pemerintah setempat memperketat izin keluar-masuk kota dan melakukan pembatasan di beberapa lokasi.

China juga melakukan tes massal di Xinjiang akibat penyebaran ini. Penambahan kasus kali ini adalah yang tertinggi sejak 12 April lalu. Saat itu, China mencatat 99 kasus baru.

Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Rabu sore, kasus Corona COVID-19 di China mencapai 86.990 kasus. Tercatat, ada 400 kasus di Xinjiang dengan 3 kematian.

Kasus positif Virus Corona COVID-19 di Indonesia kembali meningkat. Data per hari ini terjadi penambahan kasus baru positif sebanyak Bertambah 2.381, Total Kasus COVID-19 Jadi 104.432 orang.

Informasi ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan melalui Satgas COVID-19 pada laman www.covid19.go.id, Rabu (29/7/2020).  

Sementara, jumlah pasien yang sudah sembuh dan dinyatakan negatif dari COVID-19 pada hari ini totalnya sebanyak 62.138 orang. 

Jumlah tersebut setelah dalam 24 jam terakhir ada penambahan 1.599 kasus kesembuhan baru. Sedangkan untuk pasien meninggal dunia bertambah 74 orang pada hari ini. 

Jadi, total akumulatif hingga saat ini sebanyak 4.975 orang meninggal dunia di Indonesia akibat terinfeksi Virus COVID-19.

Data update pasien Virus Corona COVID-19 ini tercatat sejak Selasa, 28 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

No comments

Powered by Blogger.