Rehab Sarana Air Bersih TPI Tanjung Tiram Diduga Luput Dari Pengawasan


SUARA DESA -

Rehab sarana air bersih TPI Tanjung Tiram mulai disorot  pengurus Keluarga Penulis Tinta  Mas (KPTM) kecamatan Tanjung Tiram dan Talawi.

Pasalnya diduga rehab TPI tersebut dinilai dikerjakan asal-asalan dan diduga kurang pengawasan dari dinas terkait, sehingga menjadi sorotan para awak media dan KPTM.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan   yakni rehab sarana air besihTPI Tanjung Tiram yang dialokasikan dari Dana Pemerintah kabupaten Batu Bara tahun 2020 senilai Rp 175.000.000 dan penyedia CV Has-Syifah.

“Tanggal mulai selesai 23 Juni 2020 - 7 Agustus 2020, memasuki pertengahan  Juli 2020, rehab TPI Tanjung Tiram yang menelan Rp 175.000.0000 tersebut belum juga selesai.

Menurut salah seorang pekerja sumur bor Hafis mengatakan, pekerjaan rehab sarana air bersih sudah berlangsung hampir dua Minggu, kedalaman sumur tersebut baru terpasang 24 batang pipa, rencananyakedalaman sumur itu sekitar 30 batang pipa.

“Saat di tanya siapa pemilik pekerjaan rehab sarana air bersih ini, dia menjawab tidak tahu dan saya hanya sebagai pekerja,” ucapnya kepada Suara Desa, Kamis (16/07/2020).

Dijelaskan Hafis, rehab sarana air bersih TPI Tanjung Tiram menggunakan menara setinggi lima meter untuk Poly Tank berkapasitas kecil sekitar 2000 liter.

“Untuk itu, KPTM meminta agar kedepandalam pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaranPemerintah kabupaten Batu Bara perlu pengawasan dari dinas terkait, sehingga tidak memicu praduga negatif di tengah masyarakat,“ tambah KPTM. (Erwin)


No comments

Powered by Blogger.