Ratusan Ribu Orang Berlibur di Hubei yang Pernah Jadi Pusat COVID-19

 
SUARA DESA -

Pariwisata di provinsi Hubei kembali populer. Lebih dari 170 ribu orang mendatangi titik-titik wisata di Hubei yang sedang promo. 

Provinsi Hubei sempat menjadi sorotan dunia karena menjadi episentrum Virus Corona (COVID-19). Selama berbulan-bulan, beberapa daerah di provinsi ini dikunci dari dunia luar agar virus tak menyebar. 

Dilaporkan Xinhua, Minggu (16/8/2020), provinsi Hubei memberikan akses gratis ke lokasi wisata di daerah mereka. Promo ini dimulai sejak 8 Agustus hingga akhir tahun. 

Departemen Budaya dan Pariwisata Provinsi Hubei menyebut bahwa sudah ada 174.826 turis datang ke lokasi top di Hubei. Mereka semua datang dari seluruh penjuru negeri.

Kelompok wisatawan terutama datang dari provinsi Hunan, Henan, Jiangxi, Guangdong, Sichuan, dan Shanghai.

Ada persyaratan bagi para wisatawan. Kelompok tur, maupun individual, harus membuat reservasi sebelum berkunjung. Mereka juga harus diperiksa kesehatannya sebelum masuk ke lokasi wisata.

Biro wisata di Hubei sudah mulai aktif. Dari 850 yang aktif di Hubei, lebih dari 70 persen sudah kembali membawa wisatawan.

Seorang wanita di Provinsi Hubei, China tengah, kembali dinyatakan positif Virus Corona COVID-19. Padahal itu telah berbulan-bulan sembuh dari penyakit tersebut.

Menurut otoritas kantor pusat pengendalian dan pencegahan epidemi COVID-19 Jingzhou, pensiunan berusia 68 tahun itu kini mendapat perawatan setelah jatuh sakit pada 9 Agustus, dan hasil tes asam nukleat menunjukkan dirinya positif COVID-19. 

Sebelumnya pasien tersebut pernah dikonfirmasi terjangkit COVID-19 pada 8 Februari, namun telah dinyatakan pulih selama berbulan-bulan, kata kantor pusat tersebut, menambahkan bahwa ini bukan kasus baru, seperti dilansir Xinhua, Kamis 13 Agustus 2020.

Wanita itu kembali dirawat di ruang isolasi, dan semua orang yang pernah melakukan kontak dekat dengannya sudah dites dan hasilnya negatif COVID-19. 

Area rumah dan tempat-tempat yang pernah dikunjunginya juga telah didisinfeksi secara menyeluruh. Tidak ada bukti risiko penularan dari kasus yang kembali positif COVID-19 ini.

No comments

Powered by Blogger.