1.9 M Proyek Pengembangan Jaringan Pipa Disinyalir Tanpa Pengawasan


FOTO : Pemasangan pipa, (03/10).
 
SUARA DESA -

Proyek pengembangan jaringan perpipaan di Jln Iman Bonjol Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, diduga tanpa pengawasan dinas terkait.

Pantauan Suara Desa, dalam papan proyek tercantum nilai kontrak sebesar Rp 1.9 miliar, waktu pekerjaan 105 hari kalender, pelaksana CV Karya Vitaloka Konsultan dan sumber dana APBD Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran (TA) 2020.

Namun, dalam pelaksanaan pekerjaan yang sedang berlangsung seakan tidak adanya pengawasan dinas terkait.

Menurut ketua Umum DPD Koalisi Muslim Millenial (Komunal) kabupaten Batu Bara Hendra mengatakan, bahwa dalam penimbunan pipa tersebut seolah-olah tanpa dilakukan pemilahan sampah dalam tanah galian itu.

“Bahkan, seolah ada faktor kesengajaan, sampah pun di masukan kedalam galian bersama dengan pipa dan langsung di timbun dengan tanah bekas galian tersebut, “ ujar Hendra, Sabtu (03/10/2020).

Di katakan Hendra, pemasangan pengembangan jaringan perpipaan di kecamatan Talawi dengan Nilai Kontrak Rp 1.9 miliar diduga asal-asalan, seharusnya dalam pemasangan pipa harus kering dari air permukaan.

“Selain itu penimbunan pipa yang sudah di pasang memakai tanah seadanya bekas galian itu, dan pula tidak pakai pasir di bawah pipa sebelum di pasang atau di sebut dengan Elevasi,” sebutnya

Pada hal ini anggaran untuk pekerjaan pemasangan pipa yang terbuat dari karet dengan berwarna hitam ini lumayan besar, tetapi kenapa dugaan pelaksanaan pekerjaan terkesan asal jadi, “ ungkap warga.

Di samping itu warga mengeluh karena dengan adanya galian pemasangan pipa tersebut, bahkan tanpa ada pemadatan yang benar setelah dilakukan galian lubang pipa itu. (Erwin)

No comments

Powered by Blogger.