Banjir Kepung Cilacap, Nyaris Seribu Warga Mengungsi


FOTO : Banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Liputan6/Basarnas Cilacap).
 
SUARA DESA -
 
Hujan lebat memicu sejumlah sungai di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah meluap dan menyebabkan banjir. Di Cilacap timur, dua kecamatan terdampak, yakni Kroya dan Nusawungu.
 
Ribuan keluarga terdampak dan ratusan di antaranya, terpaksa mengungsi. Sebab, banjir tak kunjung surut dan bahkan ketinggian air cenderung semakin meningkat.
 
Pengungsian berada di di Desa Mujur Lor, Bander Mujur, Sikampuh dan Kedawung. Hingga Kamis malam, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 369 jiwa.
 
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan di Kecamatan Kroya, rendaman banjir terjadi di lima desa. Lima desa tersebut yakni, Gentasari, Mujur Lor, Desa Mujur, Kedawung, dan Desa Sikampuh. Ribuan orang terdampak banjir tersebut.
 
Total sebanyak 807 jiwa mengungsi. Angka ini berpotensi bertambah seturut pendataan yang dilakukan BPBD Cilacap.
 
Untuk mencegah penularan Covid-19, dia mengklaim BPBD telah mempersiapkan posko pengungsian lebih banyak dan kapasitas lebih besar agar tak terjadi penumpukan pengungsi. Selain itu, pengungsi wajib mengenakan masker dan menjaga jarak.
 
Di Desa Gentasari, sebanyak 600 KK di Dusun Karag terdampak, dengan total mencapai 1.136 jiwa. Kemudian, Dusun Bayeman Kidul, sebanyak 106 KK yang terdiri dari 450 jiwa terdampak.
 
“Terdapat pengungsian yg berasal dari warga Dusun Karag RT 7,8,9 RW 09, pengungsian MI Muhammadiah Gentasari 68 jiwa, di tanggul Kali Tipar sebanyak 287 jiwa dan dua KK 11 jiwa di MI Maarif 04 Gentasari, Kroya,” ucapnya.
 
Sementara, di Desa Mujur Lor, dari sebanyak Desa Mujur Lor dari 685 keluarga yang terdiri dari 1.963 jiwa yang terdampak banjir, jumlah pengungsi mencapai 165 jiwa.
 
“Dapur Umum BPBD di Balai Desa Mujur Lor dan Dapur Umum Dompet Dhuafa di dan Pencangakan.” ujarnya.
 
Selain dua desa tersebut, tercatat ratusan warga lainnya terdampak banjir. Yakni, di Desa Mujur sebanyak 109 keluarga yang terdiri dari 301 jiwa, Desa Kedawung sebanyak 388 keluarga, dan Desa Sikampuh, sebanyak 60 kepala keluarga.

“Penyebab banjir adalah Sungai Tipar, Sungai Gatel, Sungai Kolong dan Sungai Kawah Kembang. Kerugian masih dalam perhitungan,” jelasnya.

Di luar Kecamatan Kroya, banjir juga melanda Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Tiga desa dilaporkan terendam, yakni Desa Nusawungu, Desa Kedungbenda, dan Desa Banjareja. Sebanyak 316 keluarga terdampak.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Cilacap, Moelwahyono mengatakan telah mengevakuasi warga. Prioritas evakuasi adalah kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan kelompok lanjut usia.

“Untuk debit air naik maka dari itu diiimbau untuk wilayah yang terdampak banjir agar mengungsi dan selalu siaga apabila debit air naik,” katanya Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Cilacap, Moelwahyono

Mulwahyono menjelaskan, banjir dipicu hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Curah hujan menyebabkan meningkatnya volume Sungai Salak dan menyebabkan tanggul jebol.

“Kita selalu siap siaga apabila ada laporan yang sifatnya emergency dan kita selalu berkoordinasi kepada pihak terkait seperti BPBD, TNI, Polri dan sejumlah relawan yang terlibat di lapangan untuk memantau kondisi terbaru,” ucapnya.
 
Editor : Diko
 
 

No comments

Powered by Blogger.