Gagal Curi N-Max, Seorang Pemuda Asal Aceh Nyaris Tewas Dihajar Massa


FOTO : Tersangka Riyan Zulfikar alias Riyan (19) warga Desa Pulau Saro, Kecamatan Subusalam, Kabupaten Aceh Singkil, (17/10).


SUARA DESA -
 
Riyan Zulfikar alias Riyan (19) warga Desa Pulau Saro, Kecamatan Subusalam, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh nyaris dimassa oleh Warga Tanah Lapang Lingkungan V, Pekan Dolok Masihul, Kec Dolok Masihul, Kab Serdang Bedagai, Sabtu (17/10)

Pasalnya Pemuda asal aceh tersebut melakukan aksi pencurian sepeda motor Yamaha N-Max Nomor Polisi BK 6998 NAS milik korban Serliana (28) merupakan warga Tanah Lapang Lingkungan V, Pekan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Kejadian bermula pada Sabtu (17/10) sekira pukul 14.10 Wib, sewaktu korban didalam kamar tidur mendengar suara standart sepeda motor dinaikkan. 
 
Mendengar suara itu, lalu korban keluar kamar tidur dan melihat sepeda motor miliknya didorong mundur oleh tersangka keluar rumah dan langsung dibawa pergi.

Melihat kejadian tersebut korban pun sontak berteriak Maling,.. Maling...!! sehingga membuat Warga sekitar berdatangan dan melakukan pengejaran terhadap tersangka,

Saat mencoba melarikan diri tersangka di hadang oleh saksi Wanda Purba (25) dengan sepeda motornya, dan tersangka pun terjatuh. Tersangka sempat lari meninggalkan sepeda motor ke kebun Ubi milik warga lalu masuk ke rumah salah satu warga.

Dirumah tersebut pelaku berhasil ditangkap, dan warga yang sudah emosi langsung menghakimi tersangka. Beruntung, petugas polisi cepat tiba dilokasi dan langsung mengamankan tersangka beserta barang bukti ke Polsek Dolok Masihul.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang didampingi Kapolsek Dolok Masihul AKP J. Panjaitan, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

"Pelaku bersama barang bukti Sepeda motor Yamaha N-max sudah di amankan di Polsek Dolok Masihul untuk dilakukan proses hukum," kata Robin, Minggu (18/10/2020).

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 Tahun Penjara," tandas AKBP Robin. (LM)

No comments

Powered by Blogger.