Kepolisian Resort Batu Bara Amankan 44 orang Pengunjuk Rasa


FOTO : Para pengunjuk rasa diamankan.

 
SUARA DESA -

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis pada press releasenya Senin (12/10/2020) mengatakan, 350 personil terdiri dari Polres, TNI, dan Sat Pol PP telah melakukan pengamanan unjuk rasa yang di lakukan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat yang di perkirakan berjumlah ratusan massa.
 
Di jelaskan Kapolres, awalnya unjuk rasa berjalan damai, aman dan kondusif namun di siang hari sekitar pukul 12.00 Wibpengunjukrasa berkeinginan untuk ketemu dengan Ketua DPRD  Kabupaten Batu Bara.  
 
Di karenakan Ketua DPRD berhalangan sehingga yang ada wakil dan Komisi III serta komisi lainnya sekitar 5 orang ada di sana dan mereka tidak mau diwakilkan dan harus ketua DPRD serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Batu Bara.
 
“Di sebabkan tidak lengkap mereka ingin masuk ke gedung DPRD Kabupaten Batu Bara. Prediksi kita kalau mereka masuk lebih berbahaya lagi menduduki gedung DPRD dan berpotensi menimbulkan kerusakan,” terang Kapolres.
 
Ketika pengunjukrasa dan mobil komando mereka mau masuk ke gerbang dilapis dengan Ton Dalmas dan anggota. 
 
Disebutkan Kapolres, mereka mungkin emosi tidak bisa masuk tiba-tiba dengan spontan mereka mungkin sudah mempersiapkan batu lalu menyerang anggota kita yang melakukan pengamanan di pagar pintu masuk gedung DPRDkabupaten Batu Bara.
 
Kemudian karena tidak terkendali lemparan batunya melayang kemana-mana bahkan anggota Polres, Kasat Sabhara  AKP DP Sinaga terkena lemparan batu besar hingga mengalami luka parah di kepala dan sekarang kami akan rujuk ke rumah sakit Brimob karena kondisinya lemah dan kemudian dia merasa pusing.
 
Menjawab pertanyaan awak media, Kapolres menyebutkan telah diamankan 44 orang terdiri dari 19 orang siswa sekolah menengah,  mahasiswa 11 orang  kemudian orang dewasa 12 orang serta 2 orang karyawan dan buruh.
 
Saat di lakukan  tes urine, satu orangpengunjukrasa mengaku  mahasiswa bernama Adam ternyata positif memakai narkoba. Sedangkan Polisi juga mengamankan 3 unit truk pickup milik pengunjukrasa termasuk soundsystim yang mereka gunakan untuk berorasi.
 
Sementara itu, satu unit sepeda motor patroli milik Dishub Batu Bara diduga dilempari dan dirusak massa. Kaca depan truk pickup yang dipakai berorasi yang turut diamankan di MapolresBatu Bara juga pecah. 
 
Unjuk rasa Ampibi BB (Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh Batu Bara) yang sebelumnya berlangsung damai, akhirnya sekitar pukul 12.00 Wib  menjadi ricuh. 
 
Massa yang berada di belakang mobil komando diduga memicu kericuhan dengan melempar petugas menggunakan batu. Aksi hujan batu dari massa unras semakin panas karena diduga  disambut lemparan dari arah halaman gedung DPRD. 
 
Lemparan batu diduga dari massa  mengenai kepala Kasat Shabara Polres Batu Bara AKP DP Sinaga yang saat itu tengah membuka pintu pagar DPRD Batu Bara. Lemparan batu yang mengenai kepala Kasat Shabara mengakibatkan darah muncrat hingga membanjiri  wajahnya.
 
Melihat keberingasan pengunjuk rasa yang mengakibatkan Kasat Shabara luka di bagian kepala, polisi huru hara yang telah berjaga-jaga sebelumnya bergerak maju mengejar massa. Gas air mata ditembakkan untuk membubarkan massa yang berunjukrasa. (Erwin)
 

No comments

Powered by Blogger.