Ketua LT-KPSKN.PIN-RI : Optimalkan Fungsi DPRD Dalam Pengawasan Proyek APBD Kabupaten Batubara


FOTO : Ketua LT-KPSKN.PIN-RI Hamdani Batubara dan proyek normalisasi parit yang masih berlangsung (30/10).


SUARA DESA -

Proyek normalisasi parit di jalan Merdeka kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batubara, disinyalir di kerjakan tanpa ada papan informasi dan diduga di kerjakan tanpa pengawasan dari dinas terkait.
 
Berdasarkan amatan Suara Desa, bahwa proyek normalisasi parit jalan Merdeka Tanjung Tiram di kerjakan tanpa kontraktor dan nama CV yang mengerjakan serta tanpa pengawasan, diduga pekerjaan itu bisa berdampak kwalitas pekerjaan di ragukan.
 
“Untuk itu di minta DPRD kabupaten Batubara untuk lebih serius melakukan pengawasan pekerjaan fisik tanpa papan informasi pada kegiatan peningkatan pembangunan sarana prasarana parit di jalan Merdeka Tanjung Tiram yang kini sedang berlangsung,“ pinta Hamdani Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional (LT-KPSKN.PIN-RI), Jum'at (30/10/2020).
 
Di katakan Hamdani, kondisi fisik pengerjaan berbagai kegiatan proyek yang di biayai APBD Batu Bara tahun 2020, seperti pekerjaan plat beton kelurahan Bagan Area, pembangunan pintu klep aliran sungai Pantai sejarah desa Perupuk kecamatan Lima Puluh Pesisir, peningkatan ruas jalan simpang pantai sejarah menuju kantor BKD (pantai sejarah), pembuatan turap timbun jalan menuju musholah Lingkungan XI kelurahan Bagan Area, pengembangan jaringan perpipaan, pembangunan halaman terminal, pembangunan tembok penahan gelombang air pasang di desa Bandar Rahmad serta penataan dan perbaikan jalan Merdeka Tanjung Tiram.
 
“Melihat kondisi fisik pengerjaan berbagai kegiatan proyek di kabupaten Batu Bara yang di biayai APBD tahun 2020 perlu di lakukan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan, “ ujarnya.
 
Menurutnya, dugaan bahwa pada pelaksanaan pekerjaan tersebut pihak dinas terkait sebagai pengguna jasa pada kagiatan itu diduga jarang sekali melakukan pengawasan terhadap kegiatan proyek APBD Batu Bara tahun 2020, kalau tidak di awasi pekerjaan itu kita sangat meragukan kualitas di capai maksimal.
 
Lebih lanjut di katakannya,  belum lagi dilokasi kelurahan Bagan Area di temukan pengerjaan plat beton sudah mengalami rusak dan kondisi tersebut bisa di lihat dengan jelas, kita menduga kerusakan pekerjaan itu terjadi akibat kurang maksimalnya pengawasan waktu di kerjakan, kuat dugaan pihak pekerja melakukan pekerjaannya tidak berpedoman pada bestek yang sudah di rancang oleh konsultan perencanaan di dinas terkait dan itu sudah terlihat dari hasil kerjanya.
 
Dia berharap, untuk kualitas pekerjaan yang kini sedang di kerjakan itu jangan mengalami nasib yang sama dengan pekerjaan sebelumnya. 
 
Reporter : Erwin
Editor : Diko

 

No comments

Powered by Blogger.