Proyek Tembok Penahan Gelombang Air Pasang Pantai Bandar Rahmad Tengah Berlangsung


 
Foto : Alat berat terlihat menaikan kubus beton seberat 2.4 ton ke truk, (01/10). 

SUARA DESA -

Pantai Bandar Rahmad terletak di desa Bandar Rahmad kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara. Daerah ini merupakan kawasan pantai hempasan gelombang dapat mengakibatkan erosi dan sedimentasi pada daerah ini.

Karena hempasan tersebut menimbulkan intaraksi gelombang, tekanan dan gaya-gaya gelombang terhadap kawasan pantai yang menyebabkan perubahan morfologi pantai, yang berakibat mundurnya garis pantai dan juga menghancurkan struktur pondasi bangunan pelindung baik yang alami maupun yang sudah ada.

Di samping itu juga daerah Bandar Rahmad ini pernah mengalami bencana alam pada tahun 2016 lalu, sehingga merusak fasilitas umum seperti jalan, jaringan listrik, dan sekolah, untuk itu perlu ada upaya penataan, pengembangan, dan perlindungan pantai yang berwawasan lingkungan, sehingga pemanfaatan dari pantai ini akan lebih baik.

“Kontruksibangunan penahan gelombang pada bibir pantai terdiri dari banyak Type yaitu, Tembok laut, susunan batu (Revetmen) atau kontruksiberonjong dan pasangan RIPRAP salah satu tipe penahan gelombang yang aman dan struktur dan nyaman untuk kawasan wisata pantai, “ hal ini di katakan Bonar Siahaan ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lokasi, Kamis (01/10/2020).

Menurut Bonar, pekerjaan pantai Bandar Rahmad yang seharusnya di kerjakan sepanjang kurang lebih 1 km. “ Jadi untuk tahun ini Pemkab Batu Bara mendapat bantuan Dana Hibahhanya cukup untuk perbaikan bibir pantai sepanjang 300 meter.

Nah, terkait dengan adanya Kerangka Acuan Kerja (KAK) tentang Borpelitu di letakan di awal dan di ujung untuk mengunci bangunan itu, jadi di titik nol sama dengan titik 300 meter dan di situlah di gunakan Borpel tersebut.

Di katakan PPK, mengenai pekerjaan tembok penahan gelombang air pasang di bibir pantai Bandar Rahmad itu memakai kubus, batu besar yang beratnya di perkirakan 200 - 250 kg per biji, lalu di sebelahnya di buat kubus beton dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m persegi kalau berat kubus perbiji mencapai 2,4 ton.

“Lalu kubus beton tersebut di tanam itu lah sebagai pondasinya di bawah, maka akan di jadikan Riol bertahap mengikuti drapnya yang di tentukan masyarakat tingginya,“ ungkap Bonar.

Menurutnya, bagai mana nanti supaya bisa daerah Bandar Rahmad ini paling tidak hampir mirip dengan tempat wisata, karena ini nanti memakai trotoar di atasnya PavingBlockdengan bentang lebarnya 7 meter × 300 meter.

Di jelaskannya, anggaran yang di gunakan merupakan dana Hibah Rp 7.8 M, dan dana tersebut berkurang dari tender sebesar 5%, dan ini kian anggaran tersebut sebesar Rp 8.348.984.000, dengan adanya pemenang tender dari proyek tersebut menjadi Rp 7.8 M dari dana Hibah Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB).

“Memang dalam pelaksanaan pekerjaan ini ada kendala pasang surutnya permukaan laut lebih mengganggu, dan hari itu memang kita prediksi lima jam satu hari bekerja, rupanya saya salah yang bisa bekerja di sini hampir efektif tiga setengah jam, selanjutnya nanti akan saya adendum ini jadwalnya sehingga pelaksanaan proyek ini jadwalnya selesai lima bulan, “ terang Bonar.

Suara Desa mencoba menanyakan kegunaan tembok yang di bangun itu, seketika Bonar selaku PPK dalam pelaksanaan proyek yang juga Sekretaris Dinas PUPR kabupaten Batu Bara menjelaskan, sebagai Revitment mengatasi abrasi pantai, dan Revitmentini ada bagian-bagian ada Revitmentbagian pasang-pasang kubus beton, ada yang memakai Geobelk yang di isi karung pasir yang besar dan ada juga Siwolbentuknya tembok laut.

Dia juga menghimbau para pekerja bagai mana mereka itu supaya lebih aktif manfaatkan waktu yang ada. (Erwin)

No comments

Powered by Blogger.