Rp 1,425 M DID Renovasi TPI Tanjung Tiram, TPI Layak Penting Bagi Nelayan


FOTO : Azmi Kabid TPI Dinas Perikanan kab Batu Bara (29/10).


SUARA DESA -

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara di tahun 2020 telah menganggarkan melalui Dana Insentif Daerah (DID) dengan berpedoman kepada penanganan ekonomi nasional dampak covid-19 sebesar Rp 1.425 M di alokasikan untuk merenovasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Tiram agar lebih berdaya guna secara optimal.
 
Kepala Dinas Perikanan kabupaten Batu Bara Anton melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Usaha Perikanan dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Azmi melalui WhatsAppnya, Kamis (29/10/2020) menyatakan, TPI di kabupaten Batu Bara berjumlah empat unit yang terletak di Desa Pahlawan Tanjung Tiram, Desa Perupuk Lima Puluh Pesisir, Desa Lalang Medang Deras, dan Kelurahan Pangkalan Dodek, Medang Deras.
 
Menurut Azmi, TPI ini di fungsikan sebagai tempat transaksi jual beli ikan dari nelayan kepada pedagang pengumpul baik secara lelang atau pun tidak lelang. TPI juga dapat di fungsikan untuk transaksi jual beli ikan hasil budidaya dan ikan yang di datangkan dari luar daerah.
 
“Dan TPI juga dapat di fungsikan sebagai tempat transaksi ikan dari pedagang pengumpul kepada pedagang pengecer dan atau langsung kepada konsumen akhir, “ ujarnya.
 
Lebih lanjut Kabid TPI Azmi membeberkan, bahwa TPI juga di fungsikan sebagai lembaga yang mampu memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam bentuk retribusi pendapatan daerah dari hasil perikanan di harapkan dapat menyumbangkan nilai yang nantinya akan ikut memberikan penguatan terhadap pembangunan sektor perikanan pada tahun-tahun mendatang.
 
“Setelah berhasil pada tahun 2017, pada September 2020 retribusi kembali di aktifkan dengan target pertama di tetapkan sebesar Rp 60 juta, walau sesungguhnya nilai tersebut cukup kecil dari nilai potensi yang ada tersedia di Batu Bara, tetapi target tersebut secara perlahan akan terus di evaluasi dan di tingkatkan dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya partisifasipelaku usaha perikanan, “ bebernya.
 
Dia berharap khususnya TPI Tanjung Tiram, aktivitas transaksi di dalamnya cukup tinggi, TPI juga menjadi sentra penyedia ikan segar bagi masyarakat dan juga terminal keluar masuknya ikan dari dan ke Batu Bara dan tidak hanya pedagang pengumpul, pedagang pengecer juga ikut memanfaatkan TPI tersebut.
 
“Oleh karena itu, daya tampung TPI sudah sangat tidak mencukupi untuk mengakomodir geliat ekonomi di dalamnya sampai-sampai penggunaan badan jalan untuk berjualan seakan-akan sudah menjadi kewajaran bagi para pedagang, “ ungkapnya.
 
Lanjut Azmi menyebutkan, TPI di kelola untuk menjadi kelancaran arus pemasaran hasil perikanan yang memberikan manfaat ekonomi dan hasil perikanan kepada nelayan, pelaku usaha dan konsumen akhir.
 
“TPI juga di harapkan dapat menjadi sentra penjamin ketersediaan dan retribusi ikan untuk menunjang peningkatan konsumsi ikan masyarakat dengan kuantitas dan kualitas yang terjaga, serta harga dan akses yang terjangkau, “ tandasnya. 
 
 
Reporter : Erwin
Editor : Diko

 

No comments

Powered by Blogger.