Sebanyak 13 Ormas Islam Batu Bara Tolak UU Ciptaker


FOTO : Bupati Batu Bara Ir Zahir MAP (13/10).
 
SUARA DESA -
 
Sejumlah tiga belas (13) Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi kepemudaan Islam se-kabupaten Batu Bara yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan Islam (OKI) menolak keras Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang merugikan masyarakat dan buruh.
 
Ormas dan kepemudaan Islam tersebut di antaranya, Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), Alwasliyah, Pemuda Alwasliyah, Mahasiswa Alwashliyah, BKRMI, Mimbar Dakwah menyampaikan sikap kepada Forkopimda Batu Bara yaitu, Bupati Batu Bara Ir.Zahir, Ketua DPRD Batu Bara M.Safi'i SH, Kapolres Batu Bara AKBP H.Ikhwan Lubis. SH.MH, Dandim 0208 /AS, dan LanalTanjung Balai, Selasa (13/10/2020) di RM 100 kabupaten Batu Bara.
 
Dalam pernyataan sikap, para ketua ormas dan kepemudaan Islam meminta agar aspirasi penolakan UU Omnibus Law di batalkan dan di tinjau ulang, judicalreview.
 
Mereka juga minta Kapolres Batu Bara menyelidiki dan menyidik para perusuh aksi demo oleh elemen masyarakat yang terjadi di Gedung DPRD Batu Bara, cari dalang kerusuhan, yang tidak bersalah tolong di pulangkan kepada orang tuanya.
 
“Kami sangat menyayangkan aksi demo, Senin (12/10/2020) kemarin menimbulkan korban luka seperti Kasat Sabhara AKP DP Sinaga akibat lemparan batu, “ ujar para pimpinan ormas.
Bupati Batu Bara Ir. Zahir dan Ketua DPRD M.Safi'isepakat akan menyampaikan aspirasi penolakan UU Omnibus Law ke pemerintah Pusat, kedua pimpinan Batu Bara itu mengaku belum mengetahui apa-apa isi UU Omnibus Law.
 
Forkopimda sangat apresiasi atas pertemuan silaturahmi yang di gagas ormas dan organisasi Kepemudaan Islam kabupaten Batu Bara.
 
Pada kesempatan itu, isi nota penolakan seluruh organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan Islam Batu Bara, meminta kepada DPRD Batu Bara untuk menyampaikan aspirasi penolakan organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan Islam terkait UU Omnibus Law yang dapat merugikan kaum buruh di Indonesia dan kami sepakat untuk menunggu JudicialReview.
 
Amatan Suara Desa, acara silaturahmi yang di gelar di RM 100 di jaga ketat oleh seratusan aparat Polri, TNI, dan Sat Pol PP Batu Bara. Sebelumnya beredar isu akan demo dari elemen masyarakat yang tergabung dalam AMPIBI di RM 100, namun aksi tidak terjadi. (Erwin)

No comments

Powered by Blogger.