Terkait Pengurusan SKT Oleh Kades Kuala Tanjung, Camat Sei Suka Bantah Kenakan Biaya


FOTO :
Listen Samosir SE, Camai Sei Suka, Kabupaten Batubara, (19/10).
 
SUARA DESA -

Sejak saya di Lantik 20 Februari lalu tidak pernah melakukan pengutipan dana dalam pengurusan SKT atau pun surat tanah di kantor camat ini, dan para Kepala Desa (Kades) juga sudah kita beri pandangan jangan sampai ada kutipan di desa.
 
Hal tersebut dikatakan Listen Samosir SE selaku Camat Sei Suka, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara.
 
Listen Samosir SE mengatakan, pernyataan Kades Kuala Tanjung Usman yang mengatakan akan berikan Rp 300.000 kepada pihak kecamatan untuk pengurusan SKT warga Dusun II Pematang Sijago Desa Kuala Tanjung, tidak benar. 
 
"Pihak Kecamatan Sei Suka tidak ada menerima sejumlah uang dari Kades Kuala Tanjung", kata Camat Listen Samosir SE saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).
 
“Kita sudah Surati Kabag Pemerintahan Kabupaten Batu Bara tentang permasalahan yang di lakukan Usman Kades Kuala Tanjung ini terhadap Ilham warga Dusun II Pematang Sijago yang merasa di zolimi dalam hal pengurusan Surat Keterangan Tanah (SKT)," ujarnya.
 
Di jelaskan Listen, betapa kecewanya Ilham hampir dari dua Minggu SKT miliknya tak kunjung selesai dan Kades Usman berdalih bahwa surat belum selesai, akhirnya Ilham langsung ke kantor camat Sei Suka, bahwa pengurusan SKT di kantor Camat Sei Suka ini kita gratiskan.
 
“Sebenarnya melihat  Kades Kuala Tanjung ini saya sendiri pun ampun melihatnya dan sudah kita nasehati, kita bina, malah menjauh dia (kades-red) entah apa deking Kades ini dibelakangnya kita pun tidak tahu. Bolak balik kita nasehati jangan pak kades, sehingga rapat-rapat pun tidak pernah hadir seperti hari  ini", terang Camat Listen Samosir.
 
Camat Listen di hadapan Kades yang hadir  berharap, jangan ada lagi kejadian seperti sekarang ini,  apa lagi termasuk orang susah jangan sampai terjadi dan tolong lah pikiri masyarakat,  apa lagi masa pandemi covid -19 saat ini untuk cari makan pun payah.
 
Sementara itu Matsyah Kades Kuala Indah mengatakan, apa yang di sampaikan oleh saudara kami Usman Kades Kuala Tanjung itu tidak benar, karena selama ini tidak ada kutipan dari pihak Kecamatan Sei Suka, baik itu pengurusan surat tanah maupun surat-surat lainnya, jadi kami sangatlah kecewa dengan pernyataan sikap beliau (Usman Kades Kuala Tanjung-red) yang mengada-ngada.
 
Kedepannya kami berharap kejadian seperti ini jangan terulang lagi. "Mohon kepada seluruh rekan2 Kades betul-betul di perhatikan masyarakat itu," pintanya.
 
Di katakan Matsyah, kita sebagai kades di percayakan di beri amanah untuk melayani masyarakat. Sebagai kades tentunya mempunyai atasan yaitu camat, kami tidak boleh melewati batas-batasan apa yang telah di sampaikan oleh camat.
 
"Setiap desa bagi kami harus di sampaikan baik itu secara lisan maupun tertulis bahwa pengurusan surat tanah maupun surat apa pun itu gratis," ungkapnya.
 
Persoalan ini sudah berlanjut ada berapa pekan, saya selaku Kades Kuala Indah dan bertetangga dengan Kades Kuala Tanjung, sekalian saya sebagai ketua MABMI kecamatan Sei Suka dan beliau itu Wakil Ketua MABMI.
 
Saya sudah sampaikan sebagai seorang kades tidak boleh melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat, bahkan beliau agak tinggi bahasa, dan saya pun merasa ya sudah lah, karena saya juga yang dianggapnya senior tentu memberikan arahan untuk kebaikan masyarakat, papar Matsyah Kades Kuala Indah.
 
Selanjutnya, Ilham warga Dusun II Pematang Sijago membenarkan apa yang dilakukan oleh Kades Kuala Tanjung yang diduga mematokkan harga pengurusan SKT di Desa Kuala Tanjung dengan harga Rp 1.000.000.
 
Ilham mengatakan, pembuatan SKT tersebut untuk digunakan sebagai jaminan meminjam uang ke koperasi senilai Rp 2.000.000 untuk biaya pelunasan uang sekolah adiknya yang sudah menunggak tiga bulan di SMK Budi Dharma, Indrapura. (Erwin)
 

No comments

Powered by Blogger.