Manfaat Daun Jelatang Untuk Kesehatan


FOTO :  Urtica Dioica atau yang biasa dikenal dengan Daun Jelatang(5/11).
 
SUARA DESA -
 
Urtica dioica atau yang biasa dikenal dengan daun jelatang kerap kali nampak sebagai gulma di pekarangan. Meskipun demikian, daun yang memiliki tekstur tajam di sisinya ini dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit .
 
Daun jelatang pada umumnya tumbuh sebagai tanaman liar di pekarangan. Ketika tersentuh daun ini pun memberikan sensasi gatal dan terbakar pada kulit. Kadang kala jika tak sengaja menyentuh daun ini bisa menyebabkan kemerahan hingga pembengkakan.
 
Meski demikian, seperti yang telah disebutkan di atas, daun ini memiliki berbagai manfaat untuk tubuh. Jika sudah diolah dengan benar seperti dimasak, dibekukan, dikeringkan, atau diubah menjadi suplemen, daun ini dapat memberikan berbagai macam khasiat. 
 
Namun, Anda perlu berhati-hati pula, karena ada efek samping yang bisa ditimbulkan oleh daun ini. Berikut ini merupakan manfaat daun jelatang bagi kesehatan dan efek sampingnya, dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/10/2020).
 
1. Dapat mengatasi tekanan darah tinggi
 
Daun jelatang dapat digunakan sebagai obat darah tinggi yang alami, daun ini memiliki kandungan yang dapat merangsang produksi oksida nitrat, sehingga membuat pembuluh darah rileks dan melebar.
 
Meski demikian, manfaat daun jelatang untuk mengatasi tekanan darah tinggi pada manusia masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut. Hal ini dikarenakan belum banyak studi yang dapat membuktikan hal tersebut.
 
2. Mengatasi radang sendi (arthritis)
 
Salah satu manfaat daun jelatang yang paling dikenal adalah kemampuannya untuk mengatasi radang sendi atau arthritis. Dilansir dari Arthritis Foundation, daun jelatang ternyata dapat mengurangi peradangan sehingga nyeri osteoarthritis dapat teratasi.
 
Kemudian, daun jelatang juga punya beberapa bahan kimia yang memiliki sifat anti radang dan dapat meredakan rasa nyeri. Sehingga tak heran jika daun jelatang ini dipercaya mampu dalam meredakan peradangan serta nyeri akibat radang sendi.

3. Memiliki kandungan nutrisi tinggi
 
Meskipun biasanya hanya dianggap sebagai tanaman gulma, namun ternyata daun jelatang mengandung banyak nutrisi. Berikut ini merupakan berbagai kandungan nutrisi dalam daun jelatang:
 
1. Vitamin A, C, K, dan B
2. Mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan natrium
3. Lemak baik seperti asam linoleat, asam linolenat, asam palmitat, asam stearat, dan asam oleat
4. Asam amino esensial
5. Polifenol seperti kaempferol, quercetin, asam caffeic, coumarin, dan flavonoid lainnya
6. Pigmen seperti beta karoten, lutein, lutena xanthin dan karotenoid lainnya.
 
Berbagai nutrisi yang terkandung dalam daun jelatang ini dapat berperan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam butuh. 
 
Dalam sebuah penelitian bahkan ada yang menyebutkan bahwa ekstrak daun jelatang dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam darah.
 
4. Punya potensi atasi rhinitis alergi 
 
Rhinitis alergi atau hay fever merupakan kondisi saat lapisan hidung mengalami peradangan. Ternyata daun jelatang dipercaya menjadi salah satu obat herbal yang mampu mengatasi kondisi tersebut.
 
Dalam sebuah penelitian uji tabung, diperlihatkan bagaimana ekstrak daun jelatang dapat menghambat peradangan yang bisa memicu rhinitis alergi. 
 
Dalam studi tersebut, ternyata daun jelatang terbukti efektif untuk mencegah pelepasan bahan kimia yang dapat menimbulkan alergi.
 
Meski demikian, harus dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun jelatang sebagai solusi rhinitis alergi. Hal ini dikarenakan belum banyak studi yang membahas hal tersebut.
 
5. Meredakan gejala pembesaran prostat
 
Pada pria berusia 51 tahun ke atas, pembesaran prostat merupakan salah satu kondisi medis utama yang mengancam kurang lebih 50 persen pria. 
 
Salah satu gejalanya yang dialami adalah rasa nyeri yang timbul ketika buang air kecil. Ternyata dalam sebuah penelitian menyatakan bahwa daun jelatang dapat meredakan gejala pembesaran prostat. 
 
Studi ini diuji pada hewan yang hasilnya membuktikan bahwa daun jelatang  mampu mencegah konversi hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron. Dengan demikian, pembengkakan pada prostat dapat dicegah.
 
Selain itu, studi daun jelatang pada manusia juga membuktikan bahwa ekstrak daun jelatang ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah buang air kecil dalam jangka pendek dan jangka panjang. 
 
Meski demikian, harus dilakukan penelitian lebih lanjut karena  perbandingan efektivitas antara daun jelatang dan obat-obatan medis masih belum diketahui secara pasti. 
 
Itulah mengapa Anda disarankan untuk tidak menjadikan daun jelatang sebagai pengobatan utama pembesaran prostat.
 
6. Berpotensi mengontrol gula darah
 
Dalam sebuah penelitian, ternyata komponen yang terkandung dalam daun jelatang menyerupai obat-obatan insulin. 
 
Studi ini dilakukan selama tiga bulan kepada 46 partisipan yang diminta mengonsumsi 500 miligram ekstrak daun jelatang sebanyak tiga kali dalam sehari. Hasilnya, kadar gula darah mereka menurun.
 
Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat daun jelatang yang satu ini.
 
Setelah membaca ulasan di atas, tentunya kini Anda memahami bahwa daun jelatang sebenarnya lebih dari sekedar tanaman gulma. 
 
Meskipun berbagai manfaat yang telah disebutkan di atas cukup menggiurkan, namun sebaiknya Anda harus mewaspadai efek samping yang dapat ditimbulkan, yakni:
 
1. Masalah pencernaan
2. Tubuh berkeringat
3. Munculnya ruam di kulit
4. Diare
5. Masalah pada kandung kemih.
 
Selain itu, sebaiknya Anda mengonsumsi daun jelatang yang sudah berbentuk suplemen karena daun jelatang yang masih mentah memiliki sisi-sisi tajam yang dapat menimbulkan efek gatal-gatal, ruam, dan benjolan pada kulit. 
 
Dalam beberapa kasus yang langka, daun jelatang juga bisa menyebabkan alergi. Sehingga, sebaiknya Anda tidak menjadikan daun jelatang sebagai pengobatan utama, kemudian lakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum melakukan konsumsi daun jelatang.
 
Editor : Diko

 
 
 
 

No comments

Powered by Blogger.