Pengadaan Pakaian Teluk Belanga Desa Suka Maju Di Pertanyakan ?


FOTO : Pjs Kades Suka Maju Alfitri yang juga Camat Tanjung Tiram, (02/11).
 
SUARA DESA -

Program peningkatan pengembangan nilai budaya di jajaran perangkat desa Suka Maju kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu Bara menuai polemik baru. Pasalnya, kegiatan pengadaan pakaian teluk belanga (songket) di pertanyakan.
 
Informasi yang di peroleh Suara Desa menyebutkan, pada tahun anggaran 2020 desa Suka Maju mengalokasikan paket pengadaan belanja langsung melalui Anggaran Dana Desa (ADD) Tahap I Tahun 2020. Ada pun kegiatan belanja langsung tersebut yakni pengadaan pakaian teluk belanga (songket) dengan anggaran senilai Rp 27 juta.
 
Namun faktanya hingga saat ini pihak Desa Suka Maju belum mendapat kejelasan pakaian teluk belanga tersebut.
 
Menanggapi hal itu Pjs kepala Desa Suka Maju (kades) Alfitri yang juga camat Tanjung Tiram ketika di pertanyakan di ruang kerjanya, Senin (02/11/2020), terkait pembayaran pakaian teluk belanga itu di serahkan kepada Pjs kades yang lalu.
 
Saya waktu itu lebih kurang baru tiga bulan Pjs kades Suka Maju, sedangkan waktu itu yang melakukan pengadaan pakaian teluk belanga tersebut Pjs kades yang lalu.
 
Pjs kades Suka Maju Alfitri yang juga menjabat camat Tanjung Tiram mengatakan, jadi waktu itu ada bertemu dengan Pjs kades yang lalu.
 
Nanti yang men SPJ kan perkara pakaian teluk belanga itu tanggung jawab Abang karena kita kan ada serah terima barang tanggal berapa saya bertugas di desa ini, sisanya Abang yang bertanggung jawab bukan saya (Alfitri-red).
 
Lanjut Alfitri, setelah bercerita panjang lebar Pjs kades, (AR-red) yang lalu mengakui itu akan saya ganti, kapan bang kata Alfitri, karena sekarang ini posisi sudah mau tutup buku dan ini harus Abang kejar kalau tidak nanti Abang jadi temuan dan abanglah yang bertanggung jawab pengadaan pakaian teluk belanga tersebut.
 
“Oleh karena tidak bisa saya pertanggungjawaban di sebabkan Abang ada menyerahkan uang, maka pengadaan pekaian teluk belanga itu tanggung jawab Abang karena telah menyerahkan uang kepada pihak ketiga, “ ungkap Alfitri.
 
Di katakannya, jadi tetap juga saya menagih sama beliau (Pjs kades yang lalu) sebelum bulan Desember pakaian sudah siap, jadi saya menunggu pengakuan beliau, yang kedua pun pertanggungjawaban itu kan tetap ke beliau (Pjs kades yang lalu).
 
“Ketika saya tanya bendahara ada kwitansi penyerahan uang untuk pengadaan pakaian teluk belanga berkisar Rp 27 juta dan di potong pajak ada jawab bendahara,“ pungkas Alfitri.
 
Reporter : Erwin
Editor : Diko

No comments

Powered by Blogger.