Proyek Pajak Inpres Tanjung Tiram Dana Tugas APBN 2,7 M Berlangsung


 
FOTO : Diskoperindak Kabupaten Batubara Ahmadan Choir di dampingi Sekretaris M Efendi (04/11).
 
SUARA DESA -

Pemerintah kabupaten Batu Bara  mengharapkan proyek pembangunan pasar Inpres Tanjung Tiram melalui dana tugas APBN kementerian PerdaganganRI sebesar Rp 2,7 miliar tahun anggaran (TA) 2020.
 
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Dan Perdagangan (Diskoperindak) kabupaten Batu Bara Ahmadan Choir di ruang kerjanya, Rabu (04/11/2020) berharap proyek pembangunan pasar inpres Tanjung Tiram yang di bangun lewat APBN Kementerian dapat berjalan lancar dan aman.
 
Keberadaan pasar inpres Tanjung Tiram menurut Ahmadan merupakan pusat kegiatan bisnis yang memberikan income bagi penerima retribusi daerah, karena hari ini Pemkab Batu Bara melalui Perda retribusinya paling rendah, sehingga pembangunan fisik pajak inpres Tanjung Tiram berharap menjadi tempat bagi pelaku usaha.
 
Lanjutnya, ratusan pedagang yang berjualan setiap harinya di badan jalan, dengan dukungan anggaran dana tugas APBN TA 2020 dalam pengembangan sarana distribusi perdagangan dan kapasitas logistik perdagangan yang saat ini proyek pajak inpres Tanjung Tiramsedang berlangsung untuk dapat menampung bagi para pedagang.
 
“Untuk menata pasar sebagai pusat perekonomian daerah,di tahun 2021 kita coba dulu ajukan survey lembaga resmi oleh izin keuangan dan izin pajak akan melakukan pembenahan penasiranharganya, “ sebut Ahmadan.
 
Karena kita tidak bisa melakukan penasiran lanjut Ahmadan, ini harus lembaga resmi yang di tunjuk oleh pemerintah dan nanti di sesuaikan berapa kios dan los, kedepanya pak Bupati fokus bagaimana pasar-pasar yang ada menjadi aset Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 
“Pelaksanaan proyek pajak inpres Tanjung Tiram sudah di terapkan melalui tender dan sudah di setujuisesuai dengan pemenangan mereka, tetapi dalam proyek tersebut ada yang menggunakan dana APBN dan dana APBD kabupaten Batu Bara seperti penimbunan dan pembuatan sumur bor (boring), “ ungkapnya. 
 
Reporter : Erwin
Editor : Diko

No comments

Powered by Blogger.