Tak Mampu Bertahan, Satu Ekor Buaya Muara Mati di Penampungan

FOTO : Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) Wilayah I Stabat Herbert Aritonang.

SUARA DESA -
 
Seekor buaya muara yang ditangkap warga Desa Pulau Banyak Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat pada Senin (4/1/2021) akhirnya mati setelah sempat dibawa ke Penangkaran Buaya Asam Kumbang, Rabu (6/1/2021).   
 
Kematian buaya muara yang diperkirakan berumur 15 tahun itu  akibat tak mampu bertahan akibat luka robek  di bagian leher.
 
“Sling yang dimodifikasi berbentuk kail yang dipakai warga untuk menjerat buaya muara itu menyangkut cukup dalam di bagian kerongkongan sehingga menimbulkan luka robek yang cukup parah dan ditambah adanya infeksi bakteri dari sisa makanan umpan menyebabkan sepsis atau komplikasi berbahaya akibat infeksi,” ujar Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) Wilayah I Stabat Herbert Aritonang saat memberikan keterangan di kantor BBKSDA Sumut di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (7/1/2021).
 
Disebutkannya, dari informasi warga desa, kemunculan buaya di perairan sungai Sangga Lima baru terjadi sejak 40 hari terakhir. Tetapi perairan tersebut memang cocok sebagai habitat buaya muara.
 
“Informasi dari warga juga menyebutkan, jika masih ada dua  buaya lainnya dengan ukuran besar,” sebut Herbert. 
 
Herbert mengatakan, sebenarnya selama ini belum ada konflik langsung antara buaya dengan warga Desa Pulau Banyak, termasuk sejak mulai terlihat 40 hari lalu.
 
“Jadi penangkapan yang berujung kematian terhadap satwa yang dilindungi itu lebih dikarenakan ketakutan warga,” katanya.
 
Untuk itu lanjutnya, pihaknya akan mengedukasi warga untuk tidak melakukan penangkapan sembarangan terhadap buaya muara itu.
 
“Ada beberapa metode yang bisa diterapkan jika ingin menangkap buaya secara aman. Misalnya menggunakan kandang apung atau menggunakan jerat berbentuk spiral,” terangnya. 
 
Di tempat yang sama, dokter hewan BBKSDA Sumut Fatimah Sari menambahkan, pihaknya tidak melakukan otopsi dalam (nekropsi) karena penyebab kematian sudah dipastikan akibat luka berat di bagian leher.
 
“kail itu memang tertancap cukup dalam, bahkan kami pun kesulitan mengeluarkannya. Sehingga upaya melepas kail harus dilakukan dengan membius buaya,” kata Fatimah Sari. 
 
Seperti diketahui, satu ekor buaya muara berukuran 2,5 meter dengan berat sekitar 100 kilogram yang dijerat warga Desa Pulau Banyak pada Senin (4/1/2021) lalu, akhirnya mati setelah tiga jam dititipkan di Penangkaran Buaya Asam Kumbang, Rabu (6/1/2021). Bangkai buaya kemudian dikubur di lokasi penangkaran. 
 
Reporter : Tim
Editor : Diko

 

No comments

Powered by Blogger.