Diterpa Pandemi, Sektor Pertanian Mampu Tumbuh Positif

FOTO : Tanaman Padi.

SUARA DESA -
 
Kementerian Pertanian dinilai berhasil menjaga pertumbuhan sektor pertanian, saat perekonomian Indonesia bahkan seluruh dunia terpuruk diterpa pandemi Covid-19. 
 
Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu Surya Vandiantara mengatakan, saat pertumbuhan sektor lain tidak tumbuh signifikan bahkan minus, sektor pertanian tetap tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19.
 
"Ketika pertumbuhan ekonomi nasional tercatat minus karena pandemi, sektor pertanian justru tumbuh positif. Ini menunjukan kinerja Kementan sangat baik," kata Surya, di Jakarta, Sabtu (6/2/2021).
 
Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II dan III tahun 2020 lalu terkontraksi cukup dalam. Secara berurut adalah minus 5,32 persen dan 3,49 persen.
 
Ketika hampir semua lapangan usaha ikut minus, namun sektor pertanian tetap tumbuh. Pada triwulan II 2020 sektor pertanian tumbuh paling tinggi sebesar 2,19 persen. Kemudian pada triwulan III 2020, hanya PDB pertanian yang mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,15 persen.
 
Dengan pertumbuhan positif seperti itu, menurut Surya, sektor pertanian berkontribusi signifikan pada perekonomian nasional. Sebab, pertanian menyumbangkan 15,46 persen pada triwulan II dan 14,68 persen pads triwulan II pada struktur PDB nasional.
 
"Sektor pertanian mendominasi pada struktur PDB kita. Karena sektor (pertanian) ini positif, maka perekonomian Indonesia tidak terpuruk terlalu dalam," ujar Surya.
 
Surya pun mengapresiasi Kementerian Pertanian yang dipimpin Syahrul Yasin Limpo, sebab berperan dalam usaha menstabilkan perekonomian Indonesia dengan menjaga sektor pertanian tetap tumbuh positif.
 
"Bayangkan, jika seandainya sektor pertanian ini negatif, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pasti akan semakin terpuruk. Oleh karena itu, saya apresiasi kinerja Kementerian Pertanian di tengah pandemi ini," pungkasnya.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat proses produksi pertanian dengan sentuhan teknologi mekanisasi berbasis digital.

Menurutnya, langkah ini sangat penting dilakukan untuk memperkuat daya gedor produksi nasional di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan.

"Peranan PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) itu sangat penting, sebab tidak mungkin rasanya maju tanpa mekanisasi, maju tanpa digital. Bahkan kita tahu asuransi saja sudah menggunakan digital," kata Syahrul dalam Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2021 di IPB Convention Center (ICC) Bogor, Rabu (27/1/2021).

Syahrul menambahkan, PSP harus mengetahui perkembangan dan target akhir yang akan dicapai. Selain itu, implementasi kerja PSP harus sesuai dengan rumusan dan kebijakan yang telah ditetapkan bersama.

"Jangan ada yang jalan sendiri. Koordinasinya harus jelas di tingkat kostratani yang ada. Sama juga dengan pupuk, enggak boleh jalan sendiri. Semua kita kerjakan bersama," ujarnya.

Ia berpesan agar pengelolaan anggaran yang saat ini berjalan baik bisa dimaksimalkan untuk pemenuhan pangan bagi 270 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Soal pangan tidak boleh ada yang bersoal," tegas Syahrul.
 
Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhi mengaku bahwa PSP sudah memiliki aplikasi Proteksi Pertanian (Protan) sebagai alat layanan Kementan dalam memenuhi kebutuhan petani. Aplikasi ini merupakan inovasi terbaru hasil kerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia.

"Asuransi tanaman padi, asuransi ternak kerbau dan lain-lain sudah bisa dilihat dari layar smartphone,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara menerangkan, aplikasi Protan memiliki banyak manfaat untuk para petani dan peternak di seluruh Indonesia.

Aplikasi ini dilengkapi dengan pengukuran polygon area kerusakan lahan yang mengalami gagal panen, geolocation koordinat lahan, auto generate download formulir, penyimpanan data klaim, update status pelaporan klaim.

"Di aplikasi ini juga dilengkapi berita umum seputar pertanian dan peternakan, dan masih banyak fitur menarik lainnya," ucapnya. 
 
Editor : Diko

 
 
 

No comments

Powered by Blogger.