Pasar Inpres Tanjung Tiram Tampung 208 Pedagang

FOTO : Pembangunan Pasar Inpres Tanjung Tiram rampung 100 %.


SUARA DESA -


Upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara untuk mendorong ekonomi masyarakat terus diwujudkan secara nyata dan terbukti pada Tahun 2020 telah di bangun Pasar Inpres Tanjung Tiram.
 
Pembangunan pasar tersebut pun menggunakan Dana Tugas Pembantu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2020, dengan Nomor Kontrak : 02 / SPP / PSR-TP / PPK / DKUKM / 2020 Tanggal 01 Oktober 2020, Senilai Rp 2.700.677.000, di kerjakan PT. Al-Ghazali Satria Perkasa, dengan Konsultan Pengawas CV Biromas Consultant.
 
Proses pembangunan pasar tersebut berjalan lancar dan saat ini sudah rampung 100 %, kemungkinan dalam pengoperasian pasar Inpres Tanjung Tiram kita menunggu izin Kementerian dulu, kemudian mungkin sesudah Final Hand Over (FHO) atau pun sebelum FHO sudah ada izin bisa di operasikan, karena yang mendesak disitukan untuk mengurangi kepadatan di pasar Exsesting (pajak lama).
 
“Nah, kemudian untuk saat ini lost yang tersedia sekitar 208, nanti setiap lost akan di nomori dengan pedagang masing- masing, “ ungkap Kepala Dinas Disperindag kabupaten Batu Bara Ahmadan Choir melalui Sekretaris M Efendi, Selasa (02/02/2021).
 
Menurut Efendi sebaiknya di mana sistim informasi pasar rakyat (SIPR) itu setelah di nomori pedagang itu akan mematuhi segala peraturan untuk penempatan itu mengacu Perbub Nomor 24 Tahun 2020.
 
Dimana salah satunya selama hari ini ada pajak (pasar) itu yang dikondisikan seperti alih tangan, dan kami juga sudah membuat spanduk di sana, di Perbub Nomor 24 Tahun 2020 salah satu poin dan pasalnya tidak boleh memindah tangankan kepada pihak lain tanpa izin dari Dinas yang membidangi Perdagangan dan Pasar, dan juga pendelegasian langsung oleh Pak Bupati.
 
“Pada saat ini kepada warga Tanjung Tiram kita menginginkan bahwa anggaplah itu milik kita, seyogianya wawasan Wiyana Mandala atau rasa memiliki itu ada, dan perlu juga dicatat segala bentuk dan tindakan yang sifatnya menyalahi aturan, “ sebutnya.

Dikatakannya, kami sudah memasang CCTV di sekitar Pasar Inpres Tanjung Tiram tersebut delapan titik dengan kapasitas Internalnya Satu Teras, itu nanti kami pantau setiap minggunya, kalau ada hal-hal yang mencurigakan maka akan kita laporkan kepada pihak penegak hukum.
 
“Karena bersusah payah kita mendapatkan pasar yang sebegitu indah, kenapa harus di kotori dengan perbuatan yang tidak baik. Tetapi ini sebatas peringatan kepada kita semua, mari selaku warga, pasar itu kita jaga seolah milik kita sendiri, “ harap Sekretaris.
 
Lebih lanjut di katakan Efendi, kemudian kapan launchingnya kita belum bisa pastikan, kalau Kementerian menyatakan segera di kelolah akan kita laksanakan secepat mungkin tinggal izin Kementerian dan Pak Bupati mungkin semalam sudah ke Kementerian membicarakan tentang itu, saya enggak tahu pasti.
 
Sedangkan jumlah pedagang yang terdata kalau untuk Exsesting itu kami lihat data di bidang Perdagangan ada sejumlah 403. Tetapi pedagang yang sudah terdata di sini masih variatif dan kita masih melakukan yang namanya sekretariat yang ada itu kita sesuaikan di sana, tetapi yang jelas tersedia 208 lost yang harus tertampung, kalau yang tidak tertampung ya mungkin ada upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara.
 
Saat di tanya terkait parkir, Sekretaris Disperindag Efendi menyebutkan, ini perlu di ketahui kawan-kawan Pers semua, di dalam Pasar Tanjung Tiram itu ada keamanan, ada parkir, ada kebersihan, dan segala sesuatunya ini pintu utama untuk tempat koordinasi adalah Disperindag.
 
“Tetapi terkait parkir mungkin akan kami koordinasikan ke Dinas Perhubungan, keamanan dengan Satpol PP, dan kebersihan ke Dinas Lingkungan Hidup. Jadi kami merupakan satu kesatuan, walaupun levelnya sama tetapi Dishub, Satpol PP, dan Lingkungan Hidup merupakan Stakholder dalam pengelolaan pasar Tanjung Tiram itu sendiri, “ pungkasnya
 
Reporter : Erwin
Editor : Diko
 

No comments

Powered by Blogger.