Sejumlah Warga Pejaten Timur Mulai Mengungsi

FOTO : Seorang anak melintasi banjir yang menggenangi kawasan Pejaten Timur, Jakarta, Jumat (26/4). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

SUARA DESA -
 
Sejumlah warga Kelurahan Pejaten Timur, Kota Jakarta Selatan, mulai mengungsi akibat banjir, Senin (8/2/2021). Banjir yang menggenangi wilayah ini disebabkan oleh hujan dan luapan Sungai Ciliwung. 
 
"Pagi ini sudah 28 jiwa dievakuasi oleh personil #DamkarDKI dari Sektor IX Pasar Minggu. Dengan rincian 20 orang dewasa, 7 anak-anak dan 1 balita," info Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta dalam akun Instagram-nya @humasjakfire, Jakarta, Senin.

Petugas Damkar mulai mengevakuasi warga pukul 03.00 WIB tadi lantaran genangan banjir di wilayah Pejaten Timur akibat luapan Sungai Cilwiung semakin tinggi. Warga kemudian diungsikan ke Masjid Al Makmur, Gang Buntu, RT 17/RW 07.
 
Pukul 06.16 WIB, banjir mulai surut. Namun, petugas Damkar masih terus bersiaga di lokasi. Mereka juga terus mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi.
 
"Aliran air Kali Ciliwung sudah mulai berangsur surut. Personel Rescue masih terus bersiaga dilokasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengungsi. 1 unit Light Rescue dan 2 unit perahu karet terus disiagakan dilokasi," info Damkar.
 
Sebelumnya, Minggu, 7 Februari 2021, tujuh RW di Kelurahan Pejaten Timur, Jakarta Selatan terdampak banjir dengan ketinggian air 1,5-2 meter di kawasan bantaran akibat luapan Sungai Ciliwung.

Lurah Pejaten Timur Muhamad Rasyid Darwis menyebutkan, luapan Sungai Ciliwung mulai menggenangi permukiman warga yang berada di dataran yang lebih rendah dekat bantaran kali pada pukul 13.00 WIB.

Tujuh RW yang terendam banjir tersebut yakni RW 03 (RT 010) ketinggian 40 cm, RW 05 (RT 05) ketinggian kurang lebih 120 cm, RW 06 (RT 011/06) ketinggian 120 cm, RW 07 (RT 01, RT 016 dan RT 017) ketinggian 100 cm, RW 08 (RT 05, RT 06, RT 07, RT 08 dan RT 09) ketinggian 170 cm, RW 09 (RT 016) ketinggian 40 cm, dan RW 10 (RT 012) ketinggian 40 cm.

Total ada 215 warga yang terdampak banjir luapan Sungai Ciliwung.

Rasyid mengatakan, hingga pukul 19.00 WIB, ketinggian air yang menggenangi permukiman warga mulai surut sekitar 20 hingga 30 cm.

"Mudah-mudahan tidak meluap lagi. Kalau Katulampa masih siaga malam ini, kita tinggal tunggu enam jam kemudian airnya tiba di Pejaten," kata Rasyid.

Hingga pukul 19.00 WIB, status tinggi muka air di Bendung Katulampa Bogor masih siaga tiga banjir atau 130 cm.
 
Editor : Diko

 
 

No comments

Powered by Blogger.