Proyek APBD Batu Bara TA 2020 Kembali Jadi Sorotan

Foto : Titi Plat Beton di lingkungan XI kelurahan Bagan Area kembali jadi sorotan. (suara desa /erwin).

 


SUARA DESA -

Proyek pembangunan Titi Plat Beton Lingkungan XI kelurahan Bagan Area kecamatan Tanjung Tiram, kabupaten Batu Bara, kembali jadi sorotan, lantaran pengerjaan tersebut di duga tanpa melakukan perencanaan yang matang.
 
Dengan begitu kualitas pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur jembatan Plat Beton dengan menggunakan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran (TA) 2020 senilai Rp 149. 500. 00 dan informasi yang di himpun awak media proyek tersebut di kerjakan oleh CV. Hatta Mukti.
 
Ketua Lembaga Tinggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Republik Indonesia (LT – KPSKN PIN. RI) kabupaten Batu Bara M. Hamdani Batu Bara mengatakan, Proyek pembangunan Titi PlatBeton kualitas pengerjaan terlihat lantai beton bagian bawah ada sebagian yang retak, begitu juga kontruksi besi tiang yang harusnya berada di dalam coran beton menjadi kelihatan.
 
“Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara melaksanakan pembangunan infrastruktur Titi Plat Beton (Tangkahan) untuk nelayan agar mudah menambatkan kapal motornya (Boat), tetapi nyata hingga sekarang Titi tersebut belum bisa di fungsikan oleh warga karena Titi Plat Beton yang di bangun oleh Pemkab Batu Bara tidak memiliki tangga baik untuk turun maupun naik, “ ujar Dani.
 
Menurut Kus salah seorang warga Desa Suka Maju kecamatan Tanjung kepada Suara Desa, Kamis (15/04/2021), menyebutkan, di bangunnya jembatan itu oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batu Bara tujuanya untuk mensejahterakanmasyarakat sampai saat ini membuat masyarakat sengsara karena ada yang di bangun tetapi tidak di fungsikan, diduga fasilitas pembangunan jembatan (Titi Plat Beton ) itu tidak mencukupi seperti tangganya tidak ada, kalau di lalui Titi tersebut oleng sehingga orang merasa takut untuk melintas.
 
“Artinya perlu lah perhatian kembali dari Pemkab Batu Bara untuk memanggil Konsultan Perencanaan maupun Pengawasan bagaimana sesuai bestek yang ada. Nah, apa pun ceritanya Titi tersebut sangat tidak berfungsi dan tidak bermanfaat bagi masyarakat, “ ujar Kus.
 
Di katakannya, setahu saya setiap sore di pelabuhan ini belum pernah ada jembatan itu di fungsikan baik itu yang mau mendarat maupun yang mau turun melaut tidak pernah ada itu, artinya negara sangat di rugikan. Di minta kepada Pemkab Batu Bara untuk secepat mungkin memanggil Konsultan atau Dinas Terkait untuk menyelesaikan pekerjaan Titi Plat Beton itu.
 
“Kalau dilihat Titi Plat Beton tersebut di jadikan oleh masyarakat tempat tumpukan papan di sebabkan tidak di fungsikan oleh masyarakat sebagai mana mestinya dan tidak bermanfaat, “ tandasnya.
 
Reporter : Erwin
Editor : Diko

No comments

Powered by Blogger.