Terus Bertambah, Korban Meninggal Bencana NTT Jadi 181 Orang

Foto : NTT diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu dini hari, 4 April 2021, sekitar pukul 01.00 WITA. (AP Photo/Ricko Wawo)

SUARA DESA -
 
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam dampak siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah. Data Selasa (13/4), masih 178 kini naik menjadi 181 orang.
 
"Per hari ini, yang meninggal dunia adalah 181 jiwa," kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam konferensi pers, Rabu (14/4).
 
Sementara itu, 47 orang masih dinyatakan hilang dan 250 mengalami luka-luka. Total pengungsi akibat bencana yang menimpa 19 kabupaten dan kota itu sebanyak 49.512 jiwa.
 
"Tapi sudah banyak (pengungsi) yang kembali ke rumah-rumah keluarga. Bahkan kemarin ke rumah sendiri dan rumahnya tergolong rusak ringan sehingga mereka perbaiki sendiri," jelasnya.
 
Adapun kerugian materil akibat bencana alam di NTT yakni 17.124 rumah rusak berat, 13.652 rusak sedang dan 35.733 rusak ringan.
 
"Ini rumah tempat tinggal belum termasuk gedung-gedung sekolah, gedung pemerintah, gedung lainnya belum dihitung. Ini hanya rumah penduduk yang terdampak bencana," tandasnya.
 
Bencana alam berupa angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor dampak siklon tropis seroja terjadi di NTT sejak Minggu (4/4). Siklon tropis tersebut mulai teridentifikasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Laut Sawu, NTT pada 2 April 2020.

Bencana alam itu mengakibatkan 19 kabupaten dan kota di NTT terdampak. Rinciannya Kabupaten Flores Timur, Sumba Tengah, Malaka, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende, Sumba Barat, Belu, Sikka, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya, Manggarai dan Kota Kupang.

Sumber: Merdeka.com
 
 

No comments

Powered by Blogger.