Dinilai Melanggar Prokes, Kolam Renang Pondok Cabe di Kecamatan Patumbak Ditertibkan Petugas

Foto : Kolam Renang Pondok Cabe

SUARA DESA -
 
Dinilai langgar protokol kesehatan Covid-19, Kolam Renang Pondok Cabe di Desa Marindal II Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, terpaksa ditertibkan, Minggu (23/5/2021).
 
Dalam penertiban tersebut, Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono mengatakan bahwa penertiban dilakukan sekitar pukul 14.30 Wib, dan meminta pihak pengelola kolam renang untuk memulangkan para pengunjung karena jumlahnya sudah melebihi dari ketentuan, atau maksimal 50% dari kapasitas.
 
"Abang (perwakilan pengelola kolam renang) silahkan minta pengunjung meninggalkan kolam renang. Kosongkan saja dulu areal kolam renang ini," kata Jufri.
 
Mendengar himbauan Kades Marindal II itu, pengelola kemudian terlihat langsung mengerahkan para pegawainya untuk meminta para pengunjung pulang. Himbauan dilakukan dengan menggunakan pengeras suara. Mendengar himbauan dari pihak pengelola, para pengunjung secara teratur meninggalkan lokasi kolam renang.
 
Namun tidak sedikit pula dari pengunjung yang merasa kecewa dan tidak terima dengan kebijakan itu. Beberapa kelompok pengunjung memprotes pihak pengelola dan meminta agar uang tiket masuk mereka dikembalikan.
 
Sartinah, 31, seorang ibu rumah tangga serta beberapa orang dalam rombongannya menjadi salah satu yang menolak. Cukup lama ia dan rombongannya berdiri dan melontarkan protes di depan rumah milik pengelola yang berada di lintasan jalan keluar.
 
"Kami datang jauh-jauh ke sini, mengumpulkan uang, terus sampai di sini, baru sebentar di dalam sudah disuruh keluar. Maksud kalian apa?" tanyanya.
 
Ia dan beberapa kelompok lain juga tidak menerima alasan pembubaran untuk mematuhi protokol kesehatan. Mereka juga sempat berkukuh minta pengembalian uang masuk kepada pihak pengelola.
 
Menurut Kades Jufri Antoni, jumlah pengunjung yang tercatat pada hari ini mencapai hingga sekitar 2.000 orang atau setara dengan kapasitas kolam renang tersebut.
 
Karena itu, dibantu personel kepolisian, Jufri memutuskan mengosongkan kolam renang pada saat itu juga. Jufri pun ikut turun langsung ke kolam renang menyampaikan imbuan ke para pengunjung sampai seluruhnya meninggalkan lokasi.
 
Andi, yang merupakan perwakilan pengelola tempat usaha mengungkapkan, pihaknya sudah menjual lebih dari 1.500 karcis masuk kolam renang yang berada di Jalan Balai Desa Ujung itu.
 
Dia mengaku tidak menyangka jumlah pengunjung membludak, padahal sudah melakukan pengetatan pembatasan pengunjung.
 
"Pengunjung hanya diperkenankan berada di dalam lokasi selama dua jam," sebut Andi.
 
Padahal, menurut pihak pengelola, mereka telah melakukan sistem buka-tutup loket masuk dalam rentang waktu dua jam. Pengelola beralasan kondisi ini terjadi karena pengunjung yang bandel, tidak mau meninggalkan kolam renang dari batas waktu yang telah ditentukan.
 
Editor : Diko

No comments

Powered by Blogger.