Berkah Melon Gold Saat PPKM Darurat bagi Petani Milenial Kota Tasikmalaya

Foto : Pengunjung pertanian melon gold sistem greenhouse kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tengah menunjukan salah satu buah melon segar hasil petikannya sendiri. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

SUARA DESA -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di wilayah Jawa-Bali saat ini, memberi berkah bagi Dadan Ridwan, petani melon gold Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang satu ini.

Petani milenial asal kampung Ciwaas, Gobras, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya ini mengaku justru meraih untung melimpah dari penjualan buah melon gold (Cucumis melo L.) itu setiap harinya.

Menggunakan lahan seluas 560 meter persegi yang dibangun di pekarangan rumahnya, Dadan mampu menghasilkan ratusan kilo gram panen buah bangsa labu-labuan atau Cucurbitaceae tersebut, dari sistem pertanian ruangan alias green house.

Dadan mengatakan, sistem pertanian ruangan di masa pandemi Covid-19 banyak memberikan keuntungan bagi petani dan masyarakat. Selain lebih efisien, pengelolaannya juga tidak memakan lahan yang luas.

"Kita enggak usah nyiram satu per satu atau sudah semi teknologi, kita tinggal setting (atur) di timer dengan otomatis satu hari sebanyak lima kali penyiraman," kata dia, beberapa waktu lalu.

Hasilnya, bibit tanaman merambat yang ditanam menggunakan polybag tersebut, mampu menghasilkan panen minimal 1 kilogram hingga 1,5 kilogram untuk satu tanaman.

"Alhamdulillah hasil yang kita targetkan sudah tercapai,” ujar dia bangga.

Selain lebih efisien dalam pengelolaan, sistem budi daya melon melalui green house memudahkan petani untuk tidak melakukan rotasi tanaman, sehingga hasil panen lebih optimal.

Tak ayal dalam setiap bulannya, ia mampu mengantongi laba bersih hingga 6 juta lebih dari setiap panen. "Jadi tidak mengenal musim, sehingga satu tahun bisa menanam sekitar empat kali sampai lima kali," ujar dia.

Khusus di masa pandemi Covid-19 terutama selama masa PPKM Darurat, keberadaan buah melon gold memberikan banyak keuntungan bagi warga. Sistem penjualannya pun menghindari kontak langsung sehingga aman dari penyebaran Covid-19.

"Penjualanannya bisa dengan sistem online, tapi kadang ada juga pembeli ingin petik langsung ke kebun," kata dia.

Selama PPKM Darurat, konsumen atau warga bisa menghubungi langsung tim admin kebun untuk mengantarkan pesanan.

"Buah yang kita budi dayakan kualitas premium, soal rasa sudah dicek kadar gula di angka 16, jadi kemanisannya sudah bagus," kata dia.

Ujang, salah satu konsumen setia buah melon gold mengaku terbantu dengan kehadiran pertanian green house milik petani milenial tersebut.

"Saya sudah tiga kali ke sini dan saya lebih memilih memetiknya langsung di pohonnya, soal makannya nomor dua," kata dia sedikit bercanda.

Menurutnya, rasa melon gold hasil budi daya salah satu petani muda kota santri tersebut terbilang cukup nikmat di lidah, dengan tingkat kesegaran buah yang optimal yang diambil langsung dari pohonnya.

"Mungkin melon lain agak lembek karena sudah beberapa hari, kalau ini kan ada kerenyah-kerenyah itu, lebih segar," ujar dia.

Editor : Diko

 

 

No comments

Powered by Blogger.