Heboh Jasad Wanita Mengambang di Sungai Rokan Hilir, Kaki dan Mulutnya Terikat

Foto : Personel Polres Rokan Hilir melakukan identifikasi terhadap korban pembunuhan yang mayatnya terapung di sungai. (Liputan6.com/Istimewa)

SUARA DESA -

Penemuan jasad wanita mengambang membuat heboh warga di tepian Sungai Rokan di daerah Madal, Kepenghuluan Labuhan Papan, Kabupaten Rokan Hilir. Jasad tersebut diduga korban pembunuhan karena saat ditemuan tangannya terikat ke belakang dengan tubuh penuh luka. 

Kepala Polres Rokan Hilir Ajun Komisaris Besar Nurhadi Ismanto SIK melalui Kasubbag Humas Ajun Komisaris Juliandi, jenazah itu sudah dibawa ke rumah sakit untuk otopsi. Hasilnya sudah keluar dan petugas menyimpulkan adanya tindak pidana.

"Kuat dugaan kasus pembunuhan, sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau," kata Juliandi, Rabu petang, (14/7/2021).

Hasil visum et repertum, tambah Juliandi, kemaluan korban ada luka, luka menganga di punggung, luka lebam di lengan kanan dan lidah menjulur. Petugas menjadikan seutas tali nilon dan sejumlah pakaian sebagai barang bukti.

Juliandi menjelaskan, jasad mengapung dengan tangan terikat itu bernama Suryani. Dia merupakan ibu rumah berumur 23 tahun dan beranak tiga.

Hal ini berdasarkan pengakuan keluarga yang datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru. Keluarga datang setelah mendengar kabar temuan wanita meninggal dan mencocokkan dengan ciri-ciri yang diberikan polisi.

"Keluarga lihat ciri-ciri fisik dan baju yang dipakai," jelas Juliandi.

Wanita malang ini berasal dari daerah Pandan Mukti, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Korban pergi dari rumah pada 5 Juli lalu dan keluarga tidak tahu penyebabnya meninggalkan rumah.

Juliandi menerangkan, jenazah pertama kali dilihat oleh warga bernama Syamsul pada Senin siang, 12 Juli 2021. Saat itu, Syamsul sedang duduk di pondok lahan miliknya dan melihat ada sosok terapung di sungai terbawa arus.

Pria 51 tahun ini memberitahu warga lain, Muhayar yang kebetulan lewat. Keduanya lalu melapor ke Polsek setempat hingga akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

"Selain tangan, mulut korban juga diikat," sebut Juliandi.

Editor : Diko

 

 

No comments

Powered by Blogger.